My Lady

830 Words

Lisa memekik girang setibanya sampai ke Dubai. Nuansa dinginnya malam membuatnya tak henti mengukirkan senyum. "Ya tuhaaan.... sebenarnya aku membawa anak siapa? Memalukan dan garang, juga bandel dan nakal. Ini memang bawaan hamil atau anaknya?"tutur Gavin lelah melihat tingkah Lisa. "Diem! Pokoknya cepetan. Aku lelah! Besok aku mau jalan jalan."garang Lisa pada kakaknya. Mereka memilih penerbangan malam untuk menghindari pers. "Pertemuannya besok, Lisa." Oh, yang benar saja? Ia ingin balapan esok. Ia juga sudah menyuruh beberapa ajudannya mengirim mobil andalannya. Dan besok pertemuannya. Presentasenya saja belum siap. "Bangsat! Anjing! Yang benar saja besok?!" "Your language my sista."sinis Gavin pada adiknya. "Whatever. I don't care." Keesokan harinya, Lisa sudah berada di balk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD