"Aku sudah melepaskan semua tanggung jawabku, Nic."ucap Lisa pada anak buahnya yang paling setia. "Kapanpun anda perlu bantuan, kami selalu siap." Keduanya saling berjabat tangan dan tersenyum. Lisa melangkah santai keluar area Bandara. "Nona..."panggil Nico tergesa gesa hingga membuatnya kembali menoleh. "Kenapa?" "Wajah anda."ucap Nico memberikan cermin yang seketika membuat Lisa syok dan hampir terjengkal melihat wajahnya. Lisa segera mengelapi mukanya dan melangkah dengan menghubungi seseorang. "Kirimkan aku pakaian lama. Aku akan berganti di pemberhentian bahan bakar. Cepat."titahnya. Meskipun Lisa melepaskan semua dunia gelapnya, namun ia akan tetap disegani. Auranya yang menegaskan membuat beberapa orang menunduk padanya. "Jual mansionku yang lain. Yang tak layak huni. Dan

