Allegra merekahkan senyumnya ketika pesawat pribadinya sudah sampai ke Paris. Bayangan Lisa selalu memenuhi ruang fikirnya. Bahkan kegagalan penyelundupan kali ini sudah hilang karena ia serahkan pada teman temannya. Lain sisi dengan Lisa yang tengah memakai pakaian pelayan selama 4 hari ini. Wajahnya yang tenang namun menghanyutkan. Deru mesin memasuki pekarangan membuat Beca memekik gembira. Namun mata Lisa menajam. Kukunya yang panjang kini sudah menembus kulit hingga darah bertetesan. "Nona!"pekik salah satu pelayan yang melihat tangan Lisa yang berlumuran darah. "Diam atau aku jahit mulutmu!"perintah Lisa menunjuk pelayan tersebut menggunakan tangannya yang terluka dengan sorotan mata menajam. "Allegra Axello. Lets play game with me."seringai Lisa meninggalkan dapur dan pergi men

