Chapter 47

1632 Words

Hendra sangat sadar bahwa ponselnya itu bergetar sejak tadi. Itu artinya ada beberapa panggilan masuk. Merasa gemas, Hendra memutuskan memeriksanya setelah dari tadi hanya menggenggam ponsel itu. Rupanya ada begitu banyak panggilan tidak terjawab dari kontak ayahnya, Olivia, dan juga Adelia. Lalu panggilan itu kembali masuk, dari ayahnya. Dengan menghela napas, Hendra kemudian mengangkat telepon itu. “Dimana kamu?!” Hendra bahkan belum sempat menarik napas untuk menyapa telepon itu. Suara ayahnya sudah terdengar begitu marah. “Kenapa, Pa?” “Dari tadi dihubungi tidak diangkat!” Hendra hanya mampu menghela napas. “Sekarang cepat kamu kesini.” Nada suara itu masih terdengar marah namun seolah putus asa. “Kemana?” “Pulang ke rumah. Mamamu sudah tidak ada.” Kaki Hendra terasa lemas se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD