“Akhirnya pulang juga,” ujar Pak Budi. Hendra memilih untuk tidak merespon ucapan ayahnya itu. Ia segera mengambil posisi duduk di meja makan. Ibunya menatap dengan penuh senyuman. “Kita makan sekarang ya. Hendra jangan lupa makannya dibanyakin.” Makan malam tiga orang itu kini ditemani keheningan. Tidak ada yang bicara sedikit pun. Hendra nampak tidak berminat untuk membuka topik. Sementara ibunya terus menatap putranya itu dengan penuh rasa sayang. Hingga makan malam selesai, Pak Budi baru membuka topik. “Sudah bertemu Adel?” “Tadi kami rapat.” “Besok Papa akan bertemu dengan Martin. Kamu ikut saja besok. Kita main golf santai.” “Harus hubungi Renata dulu untuk jadwal saya.” Bu Novia mulai khawatir dengan putranya itu. Hubungan mereka cukup renggang sehingga Hendra lebih memilih

