Chapter 54: The Awakening Air yang tenang itu terlihat begitu damai tapi menawan dalam satu waktu, terpantul cahaya matahari dan pemandangan di sekitar danau pada permukaannya. Sangat menenangkan, kurasa ini akan menjadi tempat yang terbaik untuk beristirahat dari kejamnya dunia. Udaranya pun begitu bersih, di sini aku bisa melepaskan semua beban, semua dendam, dan segala yang membuatku harus berpikir keras. Bicara soal dendam… Kurasa sudah tak ada lagi dendam yang menggerogoti hatiku, dendam itu musnah begitu saja ketika aku melihat tatapan matanya menatapku, sejak itu aku tahu selama ini aku telah salah menilainya. Dia bukan pria kejam seperti yang aku bayangkan. “Apa yang kau pikirkan?” tanya sebuah suara yang tidak asing lagi terdengar olehku. Ketika aku menoleh dia te

