pak bagas Wijaya dan ibu ramlan Wijaya mengurus surat pindah yeoja karena mereka sudah tak merasa aman lagi dikota padang. mereka sekeluarga pindah ke Bandung kebetulan pama yeoja juga ada disana. setelah selesai mengurus surat pindah yeoja mama dan papa yeoja membawa yeoja pulang biar yeoja aman dari kejaran daren.
***
kim g*n tau yeoja pindah sekolah ke Bandung. hatinya sangat sedih. sejujurnya kim g*n sangat mencintai yeoja tapi tak mampu diucapkan kim g*n dengan alasan takut ditolak yeoja. merasa bingung apa yang harus dilakukan cowok tampan hanya bisa merenung sejenak. tiba-tiba ada yang bergetar dalam saku celananya. kim g*n melihat ada nama yeoja yang sedang memanggil telpon nya.
"halo yeoja kamu dimana? apa kamu Baik baik saja,
" aku baik baik saja kak, sebelum aku minta maaf kak karena udah buat kakak kecewa, tapi aku benar-benar ga bisa tinggal dsini lagi. tangis yeoja mulai pecah, hik.. hik hik..
"yeoja tidak apa apa ko, aku iklas kamu pindah juga, aku minta sama kamu baik baik saja disana nanti. dan jaga dirimu. kim g*n tak kuasa menahan isak tangis dalam hati nya.
" ya kak, aku yakin dilain hari kita pasti ketemu lagi, ga usah Kakak sedih ya kak dan jangan sering sering berantem juga. yeoja berharap kim g*n tidak lagi melakukan hal hal yang bodoh yang buat dirinya celaka.
"ya sudah, kamu kapan berangkat ke Bandung?
" rencana besok pagi, kata papa harus cepat ke Bandung sekalian cari tempat tinggal. oh ya kak aku ingin sekali ketemu kakak malam ini bisa ga kak kita ketemu. yeoja berharap bisa ketemu kim g*n untuk terakhir kalinya untuk perpisahan mereka.
"maaf yeoja, aku ga bisa karena daren masih berkeliaran aku takut kamu diculik lagi sama daren.
" ya sudah kalau ga kakak ga bisa aku matikan dulu telponnya. dah kak. yeoja melempar handphone nya dan berhamburan ketempat. tangis mulai pecah saat kedua tanganya menutupi mukanya. hik... hik.. hik.. kenapa harus seperti ini, oh Tuhan aku masih ingin disini tapi keadaan ini memaksa pergi.