Kewaspadaanku setiap bersama Claudia memang selalu kuredam. Ya, mungkin hormonku sedikit melunjak lantaran dialah pacar pertamaku. Tidak ada yang curiga kenapa aku selalu berangkat setiap hari dengan Claudia. Bahkan, sempat kepergok berbincang bersama, makan, pun mengantarkan dia sampai ke apartemen. Lain halnya dengan Regina. Perempuan itu sepertinya mencium bau-bau asmara di antara kita. Tidak menutupi kemungkinan sih. Mungkin, hanya dia yang mengawasiku dan Claudia sefokus itu. "Pak Adam, nanti meeting saya ikut mobil Pak Ardi aja ya? Sama anak-anak yang lain juga." "Why? Bukankah biasanya kamu bareng aku, Clau? Nanti kalau kamu merasa enggak enak, aku bisa ajak Mira." Dia menggeleng mantap, kekeuh dengan keputusannya. Mungkin alangkah baiknya kami tidak terlalu mengumbar keme

