“Lihat ini, Rayyan! Lihat apa yang dilakukan pamanmu!” ujarnya dengan suara yang nyaris bergetar. Rayyan mengambil berkas yang tercecer di meja, membaca beberapa baris sebelum matanya melebar. Alan, yang penasaran, mendekat dan mengintip dari balik bahu kakaknya. Isi berkas itu menunjukkan bahwa David, putra sulung dari Martin, telah ditempatkan di salah satu divisi strategis perusahaan oleh Martin sendiri, tanpa persetujuan dari dewan atau konsultasi dengan keluarga besar. “Jadi ini maksudnya,” ucap Rayyan perlahan, matanya tetap tertuju pada berkas itu. “Om Martin sengaja menempatkan David di divisi penting, Mam?" Sarah menghela napas berat, wajahnya menegang. “Aku sudah muak dengan cara-cara kotor seperti ini! Seolah-olah mereka berpikir bisa mengambil alih perusahaan hanya karena Ma

