Tandai jika masih ada kesalahan kepenulisan, EYD, Grammar, dan lain sebagainya dalam cerita ini. Terima kasih. __________________________________ Brankar rumah sakit itu di dorong dengan begitu terburu-buru oleh beberapa suster yang ada di sana. Semua orang ikut mengiringi anak kecil yang sedang terbaring lemah di atas brankar itu—termasuk Calista. "Maaf keluarga pasien silakan tunggu di luar," ujar salah seorang suster sebelum ia menutup ruang pintu UGD. Calista, Willem dan Natasha hanya bisa terdiam menatap pintu UGD yang sudah tertutup. "Tenang Natasha, jangan menangis terus. Cucu kita akan baik-baik saja," ujar Willem yang berusaha menenangkan sang isteri yang sedari tadi menangis. Berbeda dengan Natasha yang notabennya adalah sang nenek, Calista yang merupakan ibu kandung Angela

