sesampainya pulang dari rumah sakit Desi pun langsung berlari masuk ke kamarnya.
desi pun menangis sejadi-jadinya.
desi tidak menyangka jika saat ini dia tengah mengandung,dia merasa bingung karna joe yang kala itu menghilang entah kemana apa mungkin desi masih bisa bertemu lagi dengannya.
inka yang merasa kasihan kepada desi masuk ke kamar desi dan berusaha untuk menenangkan desi.
inka mencoba bertanya kepada desi,anak siapa yang di kandung oleh desi,dari para tamunya atau seseorang yang lain,karna inka tidak tahu tentang apa yang tlah terjadi dengan desi dan joe.
desi pun menceritakan semua kepada inka dengan tangis air mata yang tak kunjung berhenti dari mata desi.
inka pun menyarankan kepada desi untuk mencari joe ke diskotik tempat mereka pertama kali bertemu joe.
mungkin joe sering ke situ.
saat malam tiba desi dan inka pun menuju ke diskotik tempat mereka berpesta dengan harapan untuk bisa menemukan joe.
namun semalaman mereka di sana mereka tak kunjung menemukan joe.
desi pun akhirnya hanya lemas dan pasrah,dan kembali mengajak inka untuk pulang.
sesampainya di rumah desi meminta kepada inka untuk meninggalkan nya,desi ingin waktu untuk sendiri
@desi : terimakasih sudah mengantarkan aku in.. pulanglah sudah larut malam,aku ingin sendiri dulu maaf ya .
@inka :apa kamu tidak apa-apa jika aku tinggalkan sendiri des..
@desi :iya tidak apa-apa,kamu ngak perlu khawatir..
@inka :ya sudah aku pulang dulu,selamat malam.
inka pun meninggalkan desi sendiri di rumah
desi pun pergi ke kamarnya dan kembali menangisi kejadian yang sudah menimpanya,desi kembali teringat dengan kedua orangtuanya,sudah lama desi tidak pernah bertemu atau sekedar tahu kabar mereka.
saat itu desi semakin tenggelam ke dalam kesedihannya,dia tidak tahu harus berbuat apa lagi..
desi terfikir untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
desi pun pergi ke dapur untuk mengambil sebilah pisau.
desi menggenggam pisau itu dengan erat dan kemudian berkata kepada dirinya sendiri.
@desi :maafkan aku yang sudah menjadi seperti ini,dan..nak maafkan ibu yang tidak membiarkan mu untuk melihat dunia ini..
desi pun menusukan pisau itu ke perutnya dan berharap dengan itu semua penderitaan nya akan berakhir.
desi pun tergeletak dengan bersimbah darah.
untungnya tidak lama setelah itu inka datang,inka kembali ke rumah desi karena ada barang inka yang tertinggal,namun betapa kagetnya inka yang melihat desi tergeletak dengan bersimbah darah.
inka pun mencoba menolong desi dan mencoba menelpon ke rumah sakit terdekat.
selang beberapa waktu ambulance pun datang dan membawa desi.
desi yang saat itu sudah terlihat pucat karna kehilangan banyak darah pun sudah tidak sadarkan diri sama sekali.
setibanya di rumah sakit desi pun langsung mendapatkan penanganan dari dokter.
inka yang di situ sendirian semakin merasa bingung dan mencoba menelfon mama lusi.
setelah beberapa waktu kemudian mama lusi pun datang dengan panik.
mama lusi bertanya kepada inka tentang apa yang sudah terjadi kepada desi karena mama lusi juga sudah jarang bertemu desi sejak dia memutuskan untuk tinggal sendiri.
inka pun menjelaskan semua masalah yang tengah di alami desi kepada tante lusi.
di tengah obrolan mereka dokter yang menangani desi keluar dari ruang penanganan,dokter tersebut pun menjelaskan jika desi beruntung karena masih bisa tertolong,telat sedikit saja desi sampai di rumah sakit mungkin kejadian nya akan berbeda.
namun dokter juga menjelaskan jika desi saat ini masih koma dan belum sadarkan diri.
mama lusi dan inka oun sedikit merasa lega setidaknya nyawa desi masih bisa terselamatkan.
1 minggu sudah berlalu,desi pun terbangun dari komanya,dengan mata yang perlahan lahan terbuka desi seperti melihat sesosok pria yang sedang tertidur menunggu di sampingnya.
ternyata itu adalah ferdy(teman andy,orang yang pertama kali mengajaknya untuk menemani bernyanyi).
desi yang masih pusing pun mencoba untuk mengingat ferdy.
lalu inka pun masuk dengan andy dan ferdy yang kaget tiba-tiba terbangun.
melihat desi yang sudah sadar inka pun memanggil dokter untuk memeriksa keadaan desi.
ferdy dan andy yang melihat desi sudah tersadar pun pamit kepada inka untuk pulang.
@andy : kelihatannya desi sudah tersadar,jadi biar aku dan ferdy pulang dulu,tolong sampaikan salam ku kepada desi.
@inka :apa kalian tidak mau menunggu dia selsei di periksa dokter dan berpamitan sendiri..
@ferdy : tidak usah,biar kami pulang saja.
@inka :ya sudah terserah kalian, terimakasih karna sudah menjaga desi semalaman.
dokter keluar dari ruangan desi dan inka pun masuk.
desi bertanya kepada inka kenapa ferdy dan andy bisa berada di sini.
inka pun mengatakan jika Ferdy sudah menjaga desi semalaman,inka yang ternyata masih dekat dengan andy dan sering berhubungan dengan andy pun bercerita tentang keadaan desi yang tengah sakit.
inka merasa kasihan kepada mama lusi yang sudah 5 hari menjaga desi dan menyuruh nya untuk beristirahat dulu di rumah.
desi pun kaget mama lusi tahu jika desi sedang sakit dan lusi pun juga menjelaskan kepada desi jika dia sudah menceritakan semua masalah desi kepada mama lusi.
desi pun kembali menangis dan kemudian bertanya kepada inka apa bayi yang ada di kandungan desi selamat,inka pun mengatakan jika bayi desi juga selamat.
inka mengatakan kepada desi,semua ini kesalahan mereka dan bayi yang ada di perut desi tidak salah apa-apa dan tidak tahu apa-apa jadi jangan menyalahkannya juga menghukumnya.
inka berkata kepada desi jika mama lusi mengatakan jika memang desi tidak mengharapkan anak yang tengah di kandung nya setidaknya biarkan dia hidup,biar mama lusi yang merawat nya,mama lusi sudah menganggap desi sebagai anaknya sendiri jadi bayi yang di kandung desi itu juga cucu dari mama lusi.
inka mengatakan kepada desi,meskipun mama lusi bukanlah orang baik baik tapi mama lusi sangat menyayangi desi seperti anak kandungnya jadi inka meminta tolong kepada desi untuk sekali ini saja menuruti apa yang mama lusi katakan.
itu juga demi kebaikan desi dan anak yang tengah di kandung desi.
desi pun semakin menangis sejadi-jadinya dan meminta maaf kepada inka,mama lusi dan semua orang yang sudah begitu menyayanginya.
desi berjanji akan menjaga anak itu dengan baik meskipun ada atau tidak adanya joe.
Bersambung.