Fathan yang pulang dalam kondisi mabuk membuat Nazira sedikit meradang. Bukan perkara mabuknya yang membuat wanita itu kesal namun dengan siapa pria itu pulang yang membuat Nazira merasa tak nyaman. Setelah mengusir wanita teman kencan suaminya, Nazira di bantu pak Azis membawa Fathan ke kamar pria itu. "Jika tak mampu pulang sendiri, usahakan jangan mabuk berat. Hingga tak perlu membawa p*****r pulang ke rumah," omel Nazira saat mengambil piyama diruang pakaian. Tak lupa, ia mengambil handuk kecil dan membasahinya untuk digunakan menyeka tubuh bagian atas Fathan. Ada rasa perih yang menyelinap di relung hatinya saat melihat bekas gigitan serta hisapan di d**a suaminya yang meninggalkan bekas merah kebiruan. "Mau sampai kapan kau seperti ini, Mas. Walau aku berusaha acuh, namun mengi

