Fathan melajukan mobilnya kearah tol luar kota. Dibelakangnya tampam beberapa mobil mengejar. Ditolehnya Nazira yang hanya diam. Fathan bisa melihat dari sorot mata Nazira jika wajah wanita itu terlihat pias karena takut dengan kecepatan mobil yang dikemudikan Fathan. Tangan kiri Nazira mencengkeram handle atas pintu dengan erat, sementara tangan kanannya mencengkeram safety belt yang sempat dipasangkan Fathan ketubuh istrinya itu. Fathan menarik tangan kanan Nazira dan mengenggamnya erat, mencium tangan halus itu dan berkata untuk menenangkan wanitanya,"Ini hanya sebentar, setelah ini kau bisa tidur dengan tenang." "Aku takut, Mas. Ini kenapa mobilnya laju bener jalannya?" Nazira berkata dengan nada takut. Bahkan dia sudah ingin menangis demi merasakan mobil yang dikendarai suamin

