Malam Yang Panas

1247 Words

Fathan masih bertahan di tempat tidur saat Nazira baru keluar dari kamar mandi. Wanita itu segera duduk pada sisi ranjang untuk membangunkan sang suami yang semalam baru pulang kerumah mendekati dini hari. "Mas Fathan. Bangun, sudah siang, " ucap Nazira seraya menepuk pelan pipi suaminya. Pria tampan itu sama sekali tak merespon membuat Nazira kembali menepuk pelan pipinya. "Mas, ayo bangun," ucap Nazira dengan nada lembut. Nazira tersenyum saat kelopak mata yang terpejam itu sedikit bergerak. "Hemm." Dan Nazira meringis saat hanya gumaman yang di keluarkan sang suami tanpa membuka matanya. "Mas, ayo bangun! Masa kalah sama ayam. Ayam saja subuh sudah berkokok dan lari pagi," omel Nazira. "Hemm, kau cerewet sekali Nazira. Aku suamimu, kenapa kau samakan dengan ayam," sahut Fathan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD