Bab 31

2200 Words

Kalila mendorong tubuh Byan dari atas tubuhnya. Secepat kilat dia menyambar selimut dan menutupi seluruh tubuhnya. Tak tahu malu, dia telah bersikap seperti binatang. Byan tercenung menatap langit-langit kamar Kalila. “Gue minta maaf, La.” Permintaan maaf Byan seperti sebuah gelegar petir, hingga membuat air mata Kalila turun membasahi pipi. “Gue--” Napasnya tersengal-sengal. “Lo--”  Byan panik melihat Kalila seperti ini. “La-La, gue minta maaf, La.” Byan segera memeluk Kalila dengan erat. “Gue hilang kendali.” Kalila terus saja menangis, Tiga puluh menit yang mereka lewati bersama telah merusak masa depannya. Tangan Kalila bergetar hebat. Penyesalan memang datang terakhir, lalu apa yang harus dia lakukan sekarang? Wajah Kalila terasa panas. Dia kemudian duduk sementara selimut tertaha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD