8. PEMBENTUKAN

537 Words
Hao berkultivasi dengan tenang masuk ke alam sedarnya, mengikut arahan dari Gurunya ia perlu berkultivasi membentuk spritualnya sebelum mempelajari metode yang dia dapatkan. melalui pembentukan spritual, tubuh hao pasti dapat menerima semua metode yang dilatihnya. Hao mulai membaca alam sedarnya, tiba tiba hao terkejut akan pusaran pusaran yang tersusun bertingkat. Setiap pusaran punya bentuk yang sama hanya satu pusaran yang punya bentuk besar yakni itu adalah pusaran tenaga Hao. Hao mulai berasa kagum, namun sedikit terkejut. Dia berasa linglung sebantar!. ketika hao menelusuri pusarannya, tiba tiba kalung jadenya bercahaya terang sebulum membuat hao pengsan! "kalungku" "aku dimana" "selamat datang tuan muda, " "siapa kamu?" "tekalah" seraya cahaya roh terbang duduk di atas awan "tempat ini sepertinya tidak asing bagiku,tetapi dimana?" "hmmmmm...." "bukankah aku selalu menginatkamu di dalam mimpi?, sungguh seorang pelupa" Hao mencibir "siapa kamu?, mengapa kamu di dalam mimpiku?" "hmmmm...tuan muda,aku tidak ada masa bermain teka denganmu" "aku adalah Dewa kaisar yang dulunya megah terhormat namun hmmmmm......" roh itu mendongak ke atas sambil mengibarkam sayap putihnya. "kamu adalah peningalan roh?" "aku adalah penjaga di kalung jade mu,dahulu aku telah diselamatkan oleh tuanku dan berakhir menjaga kalung harta ini jika tidak roh ku sudah musnah,untung saja aku bertemu dengan tuan yang baik hati" "untuk apa kau mendatangi mimpi ku, kau berniat jahat? merebut tubuhku?" "tentu saja tidak!" "aku adalah dewa, mana mungkin berniat jahat" "jadii?" " lihat saja kehidupan di kalung mu, aku adalah dewa disini, penjaga hidupan disini yang merupakan harta berharga mantan tuanku iaitu ayah mu!" "ayahku?, dimana ayahibu ku sekarang?" "aku tidak dapat mengatakan itu sekang tetapi jika kau mahu mengetahuinya kau perlu menjadi kuat" Dewa itu terbang dan tidur di atas awan. "menjadi kuat!, hmmmm...aku tidak semampu itu" "jangan putus asa,apa masalahmu?" Hao mengeluh. "katakan, aku dewa" sambil tertawa "aku punya spritual tak terbentuk dan kata guruku itu adalah spritual langka namun tak punya bentuk, jadi bagaimana aku mahu membentukknya?" Hao terduduk. "hahahaahaa, bodoh sekali" "hmmmmmm....." "spritualmu tak berbentuk tak semestinya tak berguna...." "spritual mu memang seperti itu dan itu namanya spritual Langit Biru yang terdapat pelbagai element iaitu angin,air,api,petir,logam,tanah, dan emas! yang berertinya kau dapat mengawalnya serentak!" "maksud mu apa" "hmmm...budak bodoh! ada otak tapi tak digunaaa!" "pusaran ku bagaimana?" "pusaran mu? tak ada masalah!" " kesemuanya tidak ada masalah budak, kau hanya perlu berkultivasi belajar beberapa metode!.Tingkat kan kekuatanmu, aku berfirasat akan ada perkara buruk akan terjadi nantinya" Dewa itu memberinya sebuah buku penakhluk langit. "Harta dewa?" "pelajari iaa hingga telus, berlatihlah" "itu masih metode kecil sesuai tingkat kultivasi kau" "kamu banyak harta dewa? beri aku semuanya bukan kah kita satu badan?" hao tersenyum memandang dewa roh "serakah" seraya menolak tubuh hao keluar dari alam sedarnya. Hao terbangun, dia masih mendengar suara tertawa dewi itu. maknanya dia boleh mendengarkan ku walaupun aku di luar kesedaranku?. "heii dewa?"mata hao melirik, dewa terlihat jelas di matanya! "Pelajari itu!" hahaha Hao tertawa, terasa beban di benaknya akhirnya terjawab. tumbuh harapan baru di hatinya. Hao duduk bersila mulai memahami langkah penakhluk langit, sedikit demi sedikit hao mula memahami, melatihnya tanpa rehat yang cukup. cuma tiga hari hao telah memahami sepenuhnya dengan baik . sungguh berkerja keras! untung saja sebelumnya hao telah mempelajari bebetapa buku metode asas yang diberikan guru kepadanya, ini membuatkan hao tidak kesulitan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD