Pernah aku mendengar suatu nama yang memang tak asing ketika masuk telinga, ketika nama itu terucap aku langsung mengenali tanpa harus melihatnya. Aku selalu menyadari kalau itu yang dinamakan mengenali. Sejak aku lahir ke dunia ini tepat 20 tahun yang lalu, nama RAFLI memang sangat tak asing, kami mengenali sejak kecil sewaktu kedua orang tuaku mengajak kami makan disebuah Restoran yang sampingnya tempat bermain. Kami main bersama saat itu dengan rasa bahagia tanpa harus mengintrogasi dia baik untukku atau tidak. Kepolosan kami membawa pada pertemanan dewasa.
Aku tidak tau banyak hal tentang Rafli, yang ku tau dia lahir di keluarga yang sangat utuh nan harmonis , dia anak tunggal yang kaya raya, hampir semua yang dia inginkan terpenuhi tanpa harus merasa tidak adil pada saudara seperti aku yang memiliki 2 kakak laki-laki super ngeselin. Andai aku bisa memiliki kehidupan kedua pasti aku akan meminta pada tuhan untuk menjadikanku anak tunggal tanpa saudara. Aku sudah jengah.
Back to Rafli, nama aslinya Rafli Indrawan Putra setauku nama panggilannya hanya Rafli saja tidak ada yang lain, umurnya sama denganku. Sejak SMP kami selalu satu sekolah, ini semua karena mama Rafli selalu minta Recomend sekolah ke mamaku , memang anak dan ibu sama aja nyebelinnya ups.
"Lu, mau turun gak malah ngelamun " Rafli mengagetkanku yang tengah melamunkannya
" Selow " Jawabku sedikit sebal
" Lu ngelamunin apa sih ? hutang ke pinjol? "
" Makannya Mir, lo kalau gak punya duit mending minjem ke gue jangan ke pinjol, gue masih punya hati " Lanjutnya
" Serah lah, Cape ngomong sama lo "
Rafli memang anaknya penuh dengan guyon walaupun kadang ngeselin banget sih, tapi percaya deh wahai cewe cewe yang dideketin Rafli kalau dia orangnya sangat sangat penyayang sekali hanya saja kalian harus sanggung menghadapi diri Rafli yang sangat sangat menyebalkan itu.
Aku jadi mengingat suatu Kejadian dengan Rafli sewaktu kecil, aku dan Rafli selalu menulis apa yang kita ingin di kertas lalu membuat perahu dan menenggelamkannya di sungai. Waktu zaman dlu memang keberadaan sungai bukanlah sesuatu yang langka. Tapi sekarang sedihnya itu adalah sesuatu yang langka sekali.
"Selamat Ulang Tahun Mira, Lu inget kali Mir yakali udah berabad abad sama lo gua lupa."
ujar Rafli mengangetkanku.
Fix, kenapa orang pertama yang ngucapin malah si nyebelin Rafli ini sih. dan kemana semua orang kenapa tidak ingat ya.
" Lu jadi mau turun apa engga nih, gua yakin lu udah di tungguin dosen, gua juga "
" Secara Lo ngelamun 30 menit loh"
Astaga. Kenapa aku malah membayangkan Rafli selama itu, walaupun baik dosen yang akan ku temui hari ini tetap saja aku gak enak.
Setelah Rafli mengingatkanku segera ku bergegas turun dan beranjak pergi,
"Gini nih cewek gak jelas nya, daritadi disuruh turun malah ngelamun sekarang malah pergi gitu aja " Ujar Rafli sambil menggelengkan kepala
" Sabar Rafli ini godaan dunia belum seberapa "
Rafli pun segera menyusul Langkah Mira tapi dengan Arah yang berbeda.
Ko De Javu ke lagu yaa...
~ Masih jelas di telinga
Manisnya suara
Derap langkah kita yang biasa seirama
Kau tuntunku tuk mencinta
Namun tiba-tiba
Kau melangkah kearah berbeda ~
Pasti pada Familiar kan lagunya..
Apalagi yang sering galau terus numpahin semua rasa nya ke tik tok , Hafal banget
Melangkah Bersama dengan Arah yang berbeda memang menyakitkan, sama halnya denganku dengan Rafli. Kalau dibilang kami memang hanyalah teman tapi karena dari kecil terbiasa bersama jadilah kami dipaksakan bersama jadilah mulai terbiasa.
Kalau sehari Rafli gak datang menemuiku atau tidak menghubungiku seperti ada yang kurang, untuk sejauh ini belum pernah Rafli melakukan itu. Walaupun hanya absen lewat stiker WA itu saja sudah cukup menandai kalau Rafli masih hidup.
Aku tidak tau arti teman hidup sebenarnya, aku terbiasa dengan kehadiran semua orang yang sudah membuatku bahagia, Keluargaku teman - temanku sudahlah sangat cukup.
Tapi di hari ulang tahunku keberadaan mereka sempat aku pertanyakan tidak seperti tahun tahun kemarin, sekarang hanya Rafli yang baru saja mengucapkan padaku. Tapi darimana dia ingat?
Sudahlah Mir bodo amat, gak usah kasih pertanyaan yang membuat dirimu bingung sendiri , iya gak temen temen?
Di akhir Kisah Rafli aku tidak mengerti banyak tentang dia, tapi bagiku dia sama berarti nya dengan apa yang ada di dihidupku. Dengan nada tengilnya Justru itu membuatku rindu. Setiap kali kami pergi dulu sewaktu kecil kami selalu ingin segera besok agar bisa bermain kembali .
Dan sekarang rasanya masih sama, dia bukanlah teman untuku tapi seperti kakak ku yang ketiga. Sangat Menjaga dan memperharikanku dibanding kedua kakakku sendiri.
Buktinya dia hari ini lebih dlu mengucapkan ulang tahun dibanding dengan kedua kakaku. Tapi mungkin kakaku masih sibuk saja jdi belum sempat, mereka biasanya suka mengucapkan terakhir juga sih gak ada pengaruhnya hehehe
Untuku Ulang tahun di usia ku yang sekarang merupakan hal baru yang harus ku jalani, bagiku bertambah usia sekarang beban untuku, dimana aku harus mulai dewasa dan memaknai hidup lebih serius lagi. Aku sebentar lagi akan memasuki klimaks dari dunia perkuliahan dan terjun ke dunia kerja yang sangat kejam.
Dulu kakaku pernah berkata kalau dunia kerja bukanlah sesuatu yang sangat mudah. Aku harus bermental Baja dan berhati Besi, karena saat kita memasuki dunia kerja artinya kita sudah siap untuk mulai memasuki kehidupan yang sangat kejam.
"Bagaimana Bisa? " Tanyaku saat itu
Dan sekarang terjawab sudah. Pekerjaan bukan hanya dilakukan untuk keuntungan materi saja tapi dengan hati yang ikhlas. Bukan soal Cita - Cita yang musti digapai tapi tentang Bagaimana kita bisa mewujudkan Cita - Cita.
Cita - Cita sewaktu kecil hanya dianggap sebagai sesuatu yang wajib punya dan kita inginkan, ringan sekali aku berkata kalau cita citaku ingin menjadi Astronot. Setelah dewasa aku memahami apa saja yang harus aku wujudkan untuk cita cita tersebut.
Memanglah tidak mudah tapi sangat menyenangkan ketika semua menggunakan hati.
Bersambung ~
Yuk Ikutin Terus kisah Mira dan mimpinya, Tulis mimpi kalian juga disini ya agar sama sama berbagi mimpi kan seru yaa..
See You..
Writer N
Masih Belajar untuk Tahap yang lebih baik, mohon dukungannya ya , semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~