Ali ke Flores dan MnG Bareng

2197 Words

Ali menatap hamparan lautan luas dihadapannya dibalik kaca mata hitamnya untuk menghindari sinar matahari pagi yang sudah mulai menyilaukan mata. Suara deru ombak terdengar jelas yang bahkan baginya terdengar berirama seperti nada yang tak mungkin bisa dihasilkan alat musik manapun.   Ini yang ia butuhkan, ya ia sangat butuh ini. Berada di tempat yang jauh dari kebisingan ibu kota dan segala macam aktivitas. Walaupun ia disini tak sepenuhnya untuk bersenang-senang namun juga kembali lagi untuk kepentingan pekerjaan, tapi Ali bersyukur bisa menikmati  ciptaan Tuhan dengan begitu dekat. Ali merasa masih banyak sekali ciptaan Tuhan yang begitu mempesona yang tak sempat ia nikmati.   "Capek kan lo? Pecicilan sih," suara itu membuat Ali hanya mencibir.   Sebenarnya ia memang cukup lelah k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD