Sudah hampir satu jam Ali duduk di sofa ini sembari memandang lurus ke arah ranjang dimana seorang gadis yang sedari tadi berbaring memunggunginya dengan badan yang bergetar. Samar-samar Ali masih bisa mendengar suara isakan tertahan walaupun Ali tau bahwa gadis itu mati-matian menahan isakannya agar tidak terdengar. Ali yakin gadis itu menyadari keberadaannya walaupun sejak Ali memasuki kamar ini ia sama sekali tak merubah posisinya. Ali mengedarkan pandangannya ke kamar ini. Melihat berbagai pernak-pernik yang berhubungan dengan doraemon dan beberapa poster Justin Bieber. Pandangan Ali terhenti pada bingkai foto yang terpajang. Di foto itu terlihat wajahnya dan gadis yang sedari tadi ia perhatikan. Ali menghembuskan nafasnya kasar. Pandangannya beralih pula pada ponsel yang ia pe

