Kangen Nenek!

1421 Words

Raila mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. Gila, ternyata Aisha larinya cukup cepat juga. Bukannya wanita kaya itu memakai sepatu hak tinggi ya? Kok bisa sekencang itu sih larinya? Beruntung tadi ada truk yang lewat, hingga Raila bisa bersembunyi di balik tembok sebuah gedung. Tenggorokannya terasa kering. Hah, kalau tahu akan begini, tadi saat di warteg ia pesan minuman juga sekalian. Kan lumayan tuh gratisan dibayarin sama si mak lampir. "Mau minum?" "EH KECOAK!!!" Busyet deh, Raila kaget bukan main! Tanpa ia duga, Aisha sudah duduk bersandar di tembok. Jika Raila duduk di tembok samping gedung, maka Bu Aisha berada di bagian depan gedung. Wanita itu menyodorkan botol air mineral padanya. "Kamu kaget ya? Jangan salah, saya jago lari waktu masih gadis," ucap Aisha dengan sebotol air

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD