FJ - 24

2625 Words

"Khawatir gue mah, ih, sumpah." Jason melirik Denis dengan tatapan lo-kenapa-dah-ah-gue-jadi-takut. "Gue yang takut! J, sumpah, deh. Mending lo kalau mau bolos besok lagi aja. Sekarang sekolah ya, lo gak mau dipanggil BP karena bolos dua hari berturut-turut, 'kan?" "Sejak kapan gue takut BP sih, Den? Gue lagi gak mau sekolah, gue bolos aja," keukeuh Jason. "Yaudah, gue gak bisa nemenin lo tapi ya, gue mau ikut ulangan Fisika." Jason mendengus, "Tumben bener." "Hidup itu harus berubah. Anjing, gue jadi jijik gini, ya?" "Lo emang menjijikan, sana dah pergi." Denis menunjukan jari tengahnya lantas pergi menuju sekolah. Tentu saja Denis bukan berniat ikut ulangan Fisika, ia ingin melihat keadaan Ghea. Jangan salah sangka, begini-begini juga Denis itu sedih jika salah satu sahabatnya ga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD