"Hari ini tanpa sadar, pintu hatiku menyambutmu dengan membuka secara sukarela" ***** Atha masih termenung di dapur, sambil masih memegang buket bunga baby breath pemberian pria itu. Tidak lebih tepatnya pemberian dari Dominick. Pria yang telah di hinanya beberapa saat waktu lalu. Ada sedikit rasa bersalah menyelimuti hatinya. Atha merasa seharusnya tadi dia tidak mengatakan hal seperti tadi. Sangat keterlaluan memang, pria itu telah menodainya secara paksa. Tapi, hal seperti tadi tidak pernah di ajarkan oleh kedua orang tuanya. Dengan langkah sedikit ragu Atha berjalan ke arah ruang tamu. Mencari sosok pria dingin yang sudah beberapa hari ini tinggal satu atap denganya. Bahkan dia tidak mengenal sedikitpun tentangnya, yang dia tahu hanya dia seorang pengusaha bernama Dominick.

