Part 38

1765 Words

Andai aku memiliki kekuatan yang cukup, aku pasti tidak akan pernah membiarkan air mata jatuh dari kedua mata indahmu" ***** "Albert buka matamu, kamu bisa mendengarku, kan?" mohon Emmy dengan bersimbah air mata. Kini dia tengah setengah berlari sambil mengeret bangkar tempat tidur Rumah Sakit. Dimana Albert di letakan di atasnya. Setelah insiden penembakan itu, Dominick datang ke arah teriakan Emmy. Dia tercekak melihat keadaan Albert yang sudah sekarat. Darah membasahi kemeja putihnya. Jangan tanya bagaimana ekspresi Emmy. Dia juga jauh mengenaskan. Air mata tidak pernah berhenti menetes dari kedua matanya. Ekpresi ketakutan begitu terlihat dari wajah Emmy. Ketakutan terbesarnya saat ini adalah Albert yang tidak bisa di selamatkan. Tanpa menunggu lagi Dominick membopong tubuh Alb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD