Aku harap ini hanyalah sebuah mimpi buruk" ***** "Jadi apa pilihanmu Raiki?" tanya Gerald menatap tajam ke arah Raiki. Tangan Gerald dia gunakan untuk menjambak rambut Elina, hal itu menimbulkan erangan sakit dari Elina. Biarpun mulut Elina tertutup sebuah lakban, tapi telinga Raiki tidak mungkin tuli. Dia mendengarnya. Rintihan sakit yang Elina rasakan. "Lepaskan Elina, ini urusan kita berdua!" geram Raiki. "Kau ingin bermain - main rupanya. Baiklah!" senyuman miring di perlihatkan Gerald. Selanjutnya kejadian yang tidak pernah di duga. Lelaki di belakang Elina langsung melepaskan bra miliknya. Membuangnya sembarangan dan mulai mencengkram p******a Elina. "Arghmmm!!!!" eragan Elina memekik telinga. Gadis itu mencoba untuk melawan namun tenaganya tidak sebanding. Air mata t

