Chapter 25

1542 Words

Rayhan sudah kembali normal beberapa hari ini. Maksudnya aktifitasnya. Pria itu sudah tidak pulang malam lagi dan tentu saja bisa menghabiskan banyak waktu untuk bermanja-manja pada istrinya yang imut itu. Sore ini, ia sedang menikmati secangkir kopi panas di taman belakang rumahnya sambil melihat pemandangan indah dari arah dapur melalui dinding kaca. Siapa lagi yang Rayhan lihat jika bukan Thalia? Istrinya yang tengah menyiapkan camilan sore yang khusus Rayhan pesan. Yaitu brownies pisang. Ia pura-pura memalingkan wajahnya ke arah lain saat Thalia tiba di depannya sambil membawa sepiring brownies pisang yang sudah dipotong-potong. “Manis,” gumam Rayhan yang bahkan belum menyentuh brownies itu sama sekali. “Dimakan aja belum!” dengus Thalia. “Kamu yang manis, Sayangku.” Thalia memut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD