di tinggalkan

1407 Words
malam semakin gelap tapi tidak ada tanda-tanda sedikitpun untuk Novy agar bisa cepat pulang,dalam hati Novy terus berdoa,agar ada orang baik yang menolongnya,tapi bukankah ini seperti harapan yang tak mungkin terjadi. sebenarnya Novy menginginkan Noval kembali membawanya pulang teringat Noval adalah calon suaminya tapi seperti....... ciiittttt..... suara mobil mendadak berhenti itu mengalihkan pandangan lurus Novy membunyarkan pikiran,Novy mengerjapkan matanya dua kali bukankah ini mobil Noval,Novy geleng-geleng kepala mana mungkin pikirnya. tidak lama setelah itu pria tampan dengan rambut berantakan mendekat mencengkeram tangan Novy dengan kasar,membuka pintu mobil dan menghampaskan kasar Novy merasa seluruh tubuhnya sakit ini tidak benar dia salah apa.? sebulir air mata menetes tanpa suara Novy menangis,ia tidak ingin terlihat lemah di depan calon suaminya,tapi dia benar-benar telah lelah entah kenapa seharian ini moodnya tidak baik. Novy memang wanita yang jarang sekali bicara tapi sikapnya yang sopan perhatian dan ramah terhadap orang yang lebih tua,mampu membuat orang di sekelilingnya menilai dari sikapnya apalagi ketika Novy tersenyum dengan dimpel di pipi kiri dan kanan membuat kesan manis nan imut. tapi setelah ini setelah pernikahan yang akan di adakan semingguan ini apa senyum ini masih akan terukir, entahlah mungkin ketika dia ingin saja hanya dia yang tau. *** mobil pun masuk ke lingkungan rumah Sanjaya,terlihat Bu Santi masih tetap stay di depan dengan senyum mengembang karena orang yang di tunggunya benar-benar datang. mereka pun turun dengan Noval yang langsung saja meningalkan Novy yang dibelangnya terlihat bodo amat itu memang sikapnya di mobil pun Noval tidak ingin bicara sekedar kata maaf pun tidak dasar Noval keras kepala. " ya Allah nov apa ada yang sakit,apa kamu baik-baik saja.? ucapnya sambil memperhatikan seluruh badan Novy. mendengar itu novy pun tersenyum didunia ini masih ada yang seperti ibu baginya,yang selalu memberikan dia kasih sayang. "Novy baik-baik saja Bu." jawabnya dengan senyuman. "syukurlah,ayo masuk ibu tau kamu belum makan, setelah makan baru kamu mandi terus istirahat." titahnya sambil menuntun Novy menuju meja makan. *** pagi ini Novy sudah sibuk di dapur membuatkan sarapan untuk orang rumah,pekerja yang lain pun sibuk dengan kerjaan masing-masing. memang soal dapur Novy yang di perintahkan,memengang seluruh dapur itu urusan Novy,jadi yang lain tidak akan ikut campur kecuali Novy yang meminta,itu adalah perintah Santi tentunya. "nov,sepertinya noval belum bangun,bisakah kamu membangunkannya jika tidak diaakan telat,kamu tau sendiri bukan kalau Noval tidak suka jika telat,dan kamu sebagai calonnya jadi harus punya inisiatif."titah Bu Santi memang sedari tadi Santi terus memperhatikan Novy yang sibuk memasak tanpa Novy sadari,beribu kata memuji calon mantunya ia lontarkan.novy memang yang terbaik untuk anaknya,Santi benar-benar tidak salah menjadikan Novy calon mantu idaman. "tapi Bu,bukankah tuan Noval biasanya sudah bangun,a-aku takut jika mengganggu."jawab Novy gugup. "tidak ada yang harus kamu takutkan,coba saja ibu bersamamu." mendengar itu novy bergegas naik ke lantai dua dengan deg-degan,pasalnya ini pertama kali Novy membangunkan pria apalagi pria ini calon suaminya. Tok tok tok.. Novy mengetuk pintu dengan takut,takut kalau yang di dalam sudah bangun,bakal malu jadinya bukan,tapi ia harus tetap mencobanya dia juga harus berterima kasih karena semalam Noval menjempunya walaupun Noval sendiri yang meninggalkannya. anggap saja dengan cara membangunkannya ini cara berterima kasih pada Noval. "masuk."suara baritonnya mampu membulatkan mata Novy yang besar dan tajam. tidak butuh pikir lama dia pun masuk. masih dengan tubuh besar yang tidak memakai baju,terlentang di atas kasur empuk itu. Novy memalingkan wajah ini tidak baik masih pagi,gerutu Novy dalam hati sedikit kesal memang. "hemm." Novy berdehem menetralkan suasana. "tuan maaf ini sudah pagi,jam pun sudah menunjukan pukul 7 pagi,ibu Susan sudah menunggu anda di meja makan."bicara sedikit panjang dengan matamasih melirik ke jam dinding. dia benar-benar tidak ingin matanya ternodai dengan masih berdiri tegak Novy menunggu noval bangun tapi Noval seperti tidak perduli dengan Novy. Noval bangun dan langsung mengambil handuk,mendekati Novy yang menunduk takut, sepertinya Novy harus benar-benar menguatkan perasaaan dan mental tentunya,karena di setiap bibir merah yang sedikit hitam mungkin karena sering merokok berbicara bak ular berbisa sangat sakit menusuk hati bahkan menyelubung ke jiwa dan teringat dipikiran. "dengarkan aku baik-baik gadis kecil,jangan pernah seenaknya anda dia rumah Sanjaya,jika anda selalu ingin melangkah dengan lebar pergilah tanpa harus di suruh dan jangan menunggu di tendang,bahkan kehancuran sedikit lagi akan datang kepadamu karena kamu menyetujui pernikahan yang konyol ini."bisiknya bersama smrik jahat yang Novy lihat sampi membuat Novy ingin menghilangkan saja dari dunia karena takut. bahkan jika Novy memilih Novy ingin menggagalkan semua ini tapi sudah benar-benar terlanjur undangan pernikahan sudah di sebar,dia tidak ingin membuat keluarga SANJAYA malu,dan yang lebih penting Bu Santi akan lebih kecewa. setelah mengatakan itu Noval masuk kedalam kamar mandi,menutup pintu dengan keras,sampai menimbulkan suara nyaring mengagetkan Novy dan tersadar dari lamunannya. Novy mengelus d**a ini seperti akan terbiasa,Novy salah bukan hanya mental saja yang harus di siapkan,tapi telinga juga harus tebal,Novy akan mencobanya karena kalau tidak mencoba tentu saja akan gagal. *** di meja makan hanya ada Santi,Noval dan Novy saja pak adih tentu saja belum bisa kembali ke Jakarta karena di Bandung pak adih juga sedikit memiliki urusan pekerjaan. hanya suara alat makan memenuhi dentingan ruangan,di keluarga SANJAYA memang jika makan tidak boleh bicara harus pokus pada makanan,seperti ketika di sekolah harus pokus pada mata pelajaran,pantas saja Noval jika sudah bekerja pokus pada kerjaan tanpa menimbulkan masalah dari luar di bawa kedalam pekerjaan, keluarga SANJAYA memang yang terbaik di kalangan royalitas. setelah sarapan pun,Noval bangkit dan ingin menyambar tas kantornya,dan ingin langsung bergegas pergi,tapi suara Santi mengalihkan perhatiannya. "val bawalah calon istrimu sesekali ke kantor dan perkenalkan ke seluruh karyawan."pintanya memohon . Noval sebagai anak yang sedikit keras kepala mendengar inipun sedikit jegah,tapi ini demi mama tercintanya,Noval hanya mengangguk dan menyuruh Novy mengikuti langkahnya. "tapi Bu,novy banyak pekerjaan di rumah,sepertinya Novy tidak usah ikut nanti malah merepotkan tuan Noval."Pintanya dengan mata memohon. sebelum Bu Santi berucap suara Noval memotong dengan cepat. "kau tidak perlu takut kali ini aku tidak akan meninggalkan mu."datarnya "hmm Noval benar ikutlah,mama percaya padamu nak." "tapi Bu saya belum membersihkan ini."tunjuk Novy pada piring kotornya. "aishh lama aku telat." dan akhirnya Novy benar-benar ikut menaiki mobil tepat duduk di sebelah Noval mengemudi. "bukankah kau tidak mau ikut bagaimana jika anda ku turunkan saja dijalan."ucapnya melirik Novy yang memandang jalan. "baik."singkat Novy. mendengar itu Noval mengerem dengan sengaja mendadak mengakibatkan kening Novy berdarah,Novy tidak memakai sabuk pengaman atau seat belt,melihat itu Noval tersenyum bak iblis. "dasar kampungan."cecarnya. "cepat turun."lanjutnya. "dan jam 5 sore kamu harus sudah stay di depan gerbang,ingat jangan masuk sebelum saya kembali."lanjutnya lagi. Novy sedikit kesal lagi-lagi dia di tinggal,memang jika perempuan sedang kesal atau pikiranya sedang kacau air mata pun tak terasa keluar, membasahi pipi mulusnya,rasa sakit pun terlupakan ini melebihi rasa sakit yang ada di keningnya,Novy lelah aku lelah. pukul 12:00 bukankah ini jam makan siang di triknya mata hari membuat tenggorokan kering,melihat anak kecil menggenggam es krim kecil teringat masa-masa jaman dulu,masa dimana ibu dan ayahnya masih ada,ketika ibu Novy membelikannya es krim mengajak Novy kepasaran,membangun momen untuk Novy,menjajak Novy membeli baju baru ketika sang ayah sudah gajihan pasti Novy di belikan baju. lamunan Novy teralihkan,melihat di depan matanya ada sebuah saputangan hitam kotak-kotak,Novy melirik siapa yang menyodorkan sebuah sapu tangan. "tenanglah aku orang baik."pria itu tiba-tiba duduk di sebelah Novy. "nih pake,Gak usah malu aku tau aku ganteng dan juga baik jadi nih pake."PD.nya membuat Novy tersenyum. "apa aku terlihat menyedihkan.? "HM..sangat menyedihkan. "matanya teralihkan menatap kening Novy yang berdarah buru-buru pria ini mengeluarkan p3k berukuran kecil dari tasnya. "ya tuhan kamu ini kenapa.? ucapnya mengelap perlahan luka di kening. "aku tidak kenapa-kenapa."senyum Novy membuat meleyot hati "astaga kenapa dia selalu tersenyum,sangat imut wanita ini sangat cantik."ucapnya di hati. "kenapa kamu ada di sini.? "sebentar lagi aku pulang ko." "oh begitu,lalu kenapa tadi keningmu luka.? "entahlah,yasudah aku pulang dulu ya." ucap Novy berpamitan. "oh ya terima kasih." setelah itu dia benar-benar pergi tanpa berkenalan,pria itu pun hanya melihat Novy yang semakin menjauh,walaupun sebentar sepertinya akan terbawa mimpi. "ya tuhan bodoh sekali kenapa aku tidak berkenalan dengan.nya,dan meminta no ponselnya ah bodoh bodoh."ucapnya memukul kepala sendiri. *** benar saja sudah hampir jam 5 Novy belum ada di depan gerbang,sebenarnya Noval susah menduga ini sebelumnya. "sialan sudah kuduga dia benar-benar wanita lemot lemah dan juga kampungan,untung saja dia benar-benar tidak ikut ke kantor,jika ikut memalukan."Noval bergidik ngeri membayangkan malunya tadi jika Novy benar-benar ikut. tidak apakah Novy sangat tidak pantas untuk Noval sampai Noval benar-benar merasa tidak salah meninggalkan Novy di jalan tadi. komen ya biar semangat dan maaf jika dalam cerita atau penulisan tidak sesuai dengan keinginan kalian. see u❤️ and next time ?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD