SWC 6 (pelampiasan) 21+

974 Words
"ataya!! " teriak seorang siswi memberhentikan langkah ataya dan carol dari kantin menuju kelasnya. Otomatis membuat ataya membalik badannya melihat ke arah orang yang memanggilnya itu "huh huh huh" cewek itu sudah berdiri didepan ataya dengan nafas tersengal sengal "lah kenapa fir kayak habis dikejar setan" ucap carol "ini lebih gawat dari dikejar setan" Jawab cewek bernama firly itu. Firly bukan teman sekelas ataya namun mereka bertetangga kelas. Mereka memang cukup akrab karena firly adalah teman ataya saat mengikuti ekstra teater "kenapa fir?" tanya ataya "mending sekarang lo ke lapangan utama deh" "ada apa di lapangan utama? Ada shawn mendes? Atau justin bieber? Charlie puth? Atau mantan gie maxime boutier? " ataya memutar bola matanya jengah karena ucapan carol itu "duh diem deh lo. Abang lo ya, lagi berantem sama kak ken" "what! " teriak ataya dan carol bersamaan "iya beneran. Mereka sama sama kuatnya. Saat ini para guru lagi rapat di ruang kepala sekolah jadi ga ada yang ngelerai. Lo buruan kesana tenangin abang lo" ucap firly Tanpa pikir lama ataya langsung berlari ke arah lapangan utama sekolah mereka. Sampai disana ataya melihat banyak sekali siswa yang berkumpul di koridor koridor sekolah.  (anggap aja disana rame banget) Ataya menerobos kerumunan siswa siswi itu. Dan di lapangan ia melihat artha dengan ken saling memberi bogeman. Tak ada yang berani mendekati mereka. Mereka berdua sudah babak belur. Seragam mereka sudah tidak berbentuk. Ataya akan berlari menuju mereka berdu namun tangannya di cekal oleh carol "lo mau kemana? " tanya carol "ya ke mereka. Gue haru misahin mereka" "aduh bahaya ya, lo sini aja diem" ucap firly "terus guw harus diem lihat abang gue bonyok kayak gitu? Gak lah" ataya menghentakkan tangan carol yang mencekal nya tadi. Kemudian ia berlari mendekati artha dan ken "bang udah bang udah stop" teriak ataya sambil berusaha melepas cengkraman artha di kera baju ken "brengsek lo" ucap artha Buggg Satu bogeman lagi mendarat di rahang ken. Membuat ken tersungkur. "bang udah Ya tuhan. Bang artha" Saat artha akan mendekati ken lagi ataya langsung memeluk artha dari belakang. Memberhentikan langkah artha untuk menghajar ken lagi. Karena bisa dilihat jika ken sudah tak berdaya "ataya minggir" ucap artha dengan dingin. Sedangkan ataya menggelsng gelengkan kepalanya dan terus mempererat pelukannya pada artha. Cukup lama mereka seperti itu dan setelah di rasa artha sudah cukup tenang dan ken sudah tidak berkutik. Ataya perlahan melepas pelukannya lada artha. Tatapan artha masih tertuju pada ken yang berusaha berdiri meski dengan pincang. Ataya berdiri di antara ken dam artha. Bermaksud untuk melerai agar tidak terjadi aksi pukul memukul lagi "sekali lagi lo ngancam ataya gue ga bakalan lepasin lo" ucap artha tajam pada ken "jadi bener cewek ini adik lo" ucap ken dengan senyum miring. Matanya terus memperhatikan ataya "cantik juga" ucap ken lagi. Kemudiam tiba tiba ken menarik lengan ataya, ataya yang tidak siap akhirnya tubuhnya menubruk tubuh ken dan Cupp Sebuah ciuman mendarat di pipi ataya. Dan iti semua tidak luput dari pandangan artha dan seluruh siswa dan siswi disekolah ini. Ataya diam terpaku. Pikirannya langsung kosong. Dan lagi lagi Bugg bugg bugg Berbagai pukulan dilayangkan lagi oleh artha pada ken. Kali ini ataya hanya diam melihat mereka berdua. Tak ada ampun untuk ken. Berani beraninya dia mencium ataya didepan artha. Ataya berbicara berdua dengan teman cowoknya saja artha sudah marah. Padahal hanya teman dan mereka membicarakan tugas kelompok Setelah puas memukuli ken sampai bemar benar terkapar dilapangan itu artha menarik ataya untuk pergi dari lapangam itu. Siswa yang berkumpul itu langsung memberi jalan pada artha dan ataya. Carol dan fily tidak berani mendekati ataya yang bersama dengan artha yang sedang marah itu. Artha membawa ataya menuju parkiran sekolah menuju motor artha "bang mau kemana? Ini kan masih jam sekolah. Kita ga boleh keluar" lirih ataya "diem! " bentak artha. Membuat ataya tak berani berbicara lagi. Artha dan ataya akhirnya meninggalkan sekolah dengan alasan menuju rumah sakit karena artha babak belur pada satpan sekolah. Dan akhirnya mereka di ijinkan keluar ********* Artha terus menarik ataya masuk kedalam rumah. Di rumah sedang tidak ada orang. Karena tadi pagi ayah dan bundanya lagi lagi pergi keluar kota Tarikan tangan artha sangat kuat membuat ataya kesakitan. Artha menarik ataya menaiki tangga menuju kamar. Ataya yang tak bisa mengimbangi langkah cepat artha akhirnya jatuh di tengah anak tangga. Artha berdecak sebal melihat ataya terjatuh. Dan dia semakin memperkuat tarikannya membuat ataya buru buru bangkit meski kakinya terasa sangat sakit Artha membawa ataya memasuki kamarnya. Ataya langsung merasa sangat takut. Ia takut artha akan melakukan nya lagi Ataya di hempaskan oleh artha di ranjang. Kemudian artha mengunci pintu kamarnya. Ia berdiri dengan tangan terlipat didada memandangi ataya yang duduk tertunduk di pinggir ranjangnya "udah seneng lo sekarang? Habis dapet ciuman dari cowok brengsek itu? Iya seneng? "ucap artha. Ataya hanya geleng kepala saja. Meski nadanya terkesan dingin tapi ataya tau artha sedang marah besar "itu kan yang lo mau sebenernya? Itukan maksud dari lo ngelerai gue sama ken tadi? " "enggak bang enggak. Ataya ga bermaksud gitu. Ataya cuman pengen ngelerai aja" ucap ataya. Artha memandang ataya dengan sengit "buka seragam lo" ucap artha dan membuat atay membelalakkan matanya. Dia langsung memggeleng gelengkan kepalanya cepat Artha yang sudah kesal akhirnya dengan paksa membuka seragam ataya. Dan tentu yang ia lakukan tak luput dari perlawanan ataya yang percuma saja tak bisa memberhentikannya "bang jangan... Ataya ga mau bang.. Jangan hiks" isak ataya saat ia sudah telanjang bulat. Namun ia masih memakai sepatunya. Artha tak mendengarkan isakan ketakutan ataya. Artha mendorong tubuh ataya dengan kasar sehingga ataya terlentang di kasur. Artha melelas sabuknya. Membuka resleting celananya. Dan dengan satu kali hentakan junior artha yang baru saja ia keluarkan langsung menerobos v****a ataya yang masih kering itu Jlebb "akkkhhhhh hiks sakittt bangg sakit hiks hiks" teriak ataya kesakitan "ini balasan karena kau tak membiarkan ku menghajar cowok sialan itu" . . .  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD