SWC 16 (Date Night)

896 Words
Malam ini ataya dan artha memutuskan untuk menikmati malam bersama. Setelah berminggu minggu tidak saling sapa dan kemudian malam ini hubungan mereka membaik.  Dan tentu perlu dirayakan Artha dan ataya duduk di cafe itu mereka memesan desert saja. Kenapa?  Karena sebelum pergi tadi mereka sudah makan malam di rumah. Jika tidak makan bundanya tidak akan mengijinkan mereka keluar. Setelah makan barulah artha pamit untuk menemui temannya dan ataya juga dengan alasan yang sana. Namum ataya yang pergi terlebih dahulu "hemm enak" ucap ataya saat menikmati es krim coklatnya dengan berbagai toping itu. Artha tersenyum. Tangannya bergerak mengusal puncak kepala ataya. Mereka duduk di meja bar cafe dengan posisi bersebelahan "aduh bang jangan gitu. Nanti rambut aku kusut" ucap ataya dengan kesal. Tangannya menurunkan tangan artha yang ada di puncak kepalanya.  Kemudian ataya kembali menikmati es krim nya "rambut bau apek aja takut kusut" ataya membelalakkan matanya. Kemudian memberikan tatapan garang pada artha. Bukan marah,  artha malah tertawa karenanya ' i found a love for me ' terdengar dering handphone. Ataya dan artha buru buru mengeluarkan handphone mereka dari dalam saku. "ayah" ucap ataya "bunda" ucap artha Secara bersamaan mereka ditelfon oleh ayah dan bundanya. Dering telfon mereka sama. Itu adalah lagu perfect dari ed shereen yang di nyanyika oleh artha dan ataya dan sengaja memang untuk dering handphone mereka "halo" ucap artha dan ataya menjawab telfonnya "..." "sama bang artha // sama ataya" ucap ataya dan artha lagi bersamaan "..." "siap yah // siap bun" jawab mereka lagi. Memang pertanyaan ayah dan bundanya itu sama.  Dan entah mengapa ataya dan artha juga menjawab dengan jawaban yang sama Tut "ga boleh pulang malam malam" ucap ataya dan artha bersamaan. Kemudian mereka menyadari jika sejak tadi selalu berbicara secara bersamaan. Membuat mereka kembali tertawa. "udah makannya? " tanya artha pada ataya "udah" ataya mengelap bibirnya dengan tisu "ayo jalan" kemudian artha mengulurkan tangannya untuk di gandeng oleh ataya. Dan di terima dengan baik oleh ataya Mereka berjalan dengan bergandengan. Namun tiba tiba artha melepaskan genggamannya.  Membuat ataya menoleh ke padanya. Artha menekuk lutunya. Kemudian ia menyodorkan boneka itu pada ataya  "will you be the queen of my heart" ucap artha. Membuat ataya tersenyum menunjukkan sederet gigi rapinya. Kemudian ia mengangguk. Apa yang dilakukan artha mengundang perhatian dari banyak pengunjung. Mereka turut senang melihat bertapa romantisnya Artha pada ataya yang mereka fikir adalah pasangan kekasih Artha berdiri.  Saat ia akan memberikan bonekanya pada ataya. Gerakannya di hentikan oleh ataya "tunggu. Biar aku foto dulu. Kamu cocok sama boneka itu" ucap ataya.  Kemudian ia mengeluarkan handphone nya dan memotret artha JJebret  Ataya tersenyum melihat hasil jebretannya. Kemudian ia mendekat pada artha dan mengajaknya selfie. Namun artha selalu tidak serius melakukannya.  Membuat ataya kesal "ih ayolah bang yang beneran" Jebret  "tuh kan aku masak gini" kesal ataya saat melihat hasil fotonya. "gapapa gitu udah cantik kok" ucap artha.  Ataya merasa kedua pipinya memanas. Ia memegang kedua pipinya dengan senyum malu. Artha tertawa melihat tingkah ataya itu. Ataya mengambil boneka yang dibawa oleh artha.  Kemudian mereka melanjutkan jalan jalannya Artha dan ataya masuk ke sebuah butik. Artha bilang ia ingin membeli sebuah jaket. Karena ia bosan dengan semua koleksi jaketnya. Saat artha mencoba sebuah jaket yang ia sukai ataya malah berpose pose dengan berbagai gaya didepan cermin. Artha mendekatinya "foto foto terus" ucap artha.  Ataya hanya tersenyum dengan menunjukkan sederet giginya dan wajah dekat dengan pipi artha  Artha yang mengetahui ataya bergaya seperti akan menciumnya malah mendekatkan bibirnya pada bibir ataya dan akhirnya Cupp  Mereka berciuman didepan cermin itu. Hanya sebuah kecupan. Tak lebih dari itu. Kemudian artha menjauhkan lagi wajahnya "bagus ga? " tanya artha pada ataya dengan memandangi tubuhnya dari samping belakang dan berputar putar di depan cermin "bagus. Cocok nih sama jaket aku juga" ucap ataya sambil menaik turunkan alisnya. Artha menjulurkan tangannya akan mengusal rambut ataya namun ataya sudah terlebih dulu menghindar "eitt.. Ga untuk kali ini.  Susah tau ngerapihinnya" ataya menyisir rambutnya dengan sela sela jarinya. Bibirnya sedikit di majukan menunjukkan kekesalannya. Hal itu malah membuat artha kembali mengecup bibirnya karena gemas Cupp Setelah itu artha langsung pergi meninggalkan ataya untuk membayar jaket nya di kasir.  Ataya masih diam disana dengan memegangi kedua pipinya "aduh bunda pipi ataya panas" lirih ataya dengan tawa kecilnya.  Kemudian ia menyusul artha yang ada di kasir. Setelah membayar mereka keluar dari sana "udah malam nih pulang yuk. Nanti di cariin ayah sama bunda" ucap artha "iya. Lain kali jalan jalan lagi ya" pinta ataya dengan melompat lompat kecil didepan artha "sure my queen" ucap artha. Kemudian mereka berjalan bersama ke tempat dimana mobil artha terparkir. Ya malam ini artha membawa mobilnya yang sangat jarang ia bawa pergi karena lebih suka naik motor. Sedangkan ataya tadi, berangkat bersama bapak gojek Saat berjalan ataya kembali mengambil ponselnya. "bang buat instastory. Ekpresi yang bagus ya. Please... Kali ini aja oke" artha menganggukkan kepalanya kemudian ataya mulai memotret nya  Jebrettt "aduh" ringis ataya saat ada seseorang yang menyenggol bahunya dengan cukup keras "tuh kan jadi jelek gini" ucap ataya "dasarnya jelek ya jelek aja sih" ucap seseorang yang di yakini ataya suara. seorang cowok. Namun itu bukan suara artha. Tapi suara orang lain Ataya mengalihkan pandangannya dari ponsel dan ke arah orang didepannya. Ataya membelalakkan matanya saat melihat orang yang sama sekali tak pernah terfikir oleh nya bisa ada disini "elo" ucap ataya "ya gue. Kenapa?  Kaget lo" .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD