SWC 9 (nebeng bikin greget)

940 Words
Artha dan ataya bersama kedua orang tuanya sedang sarapan bersama seperti biasanya. Orang tuanya baru pulang semalam. Setelah kejadian artha mengungkapkan isi hatinya pada ataya tak ada percakapan yang terjadi di antara mereka. Ataya terlihat buru buru menyelesaikan makan nya. Bundanya sampai kebingungan melihat putrinya itu. "ataya sayang kenapa buru buru. Ini kan masih pagi" tanya bundanya "ataya ada tugas belum selesai bun. Ataya harus sampai sekolah lebih awal" kemudian ataya meneguk habi susu coklat hangat nya. Ataya segera bangkit dari duduknya dan mencuci piring serta gelasnya. Artha masih menikmati sarapannya dengan santai. Tak peduli keadaan sekitar "ataya berangkat dulu ya" pamit ataya sambil mengelap bibirnya "loh ga bareng sama abang kamu" seketika artha berhenti makan.  Ia menatap ataya yang berdiri disamping ayahnya sambil memandanginya. "enggak yah. Nanti kalau bareng bang artha kasian dia bakalan kepagian di sekolah. Ataya naik bemo aja" artha terus memperhatikan gerak gerik ataya yang terlihat sekalu sedang mencari cari alasan. Artha tahu jika itu hanya alasan ataya untuk menghindarinya. Dan selama ini meskipum sebesar apapun masalah mereka ataya tidak pernah seperti ini pada artha. Dan jujur saja itu membuat artha merasa sakit "yaudah hati hati. Uang jajan nya mau di tambah?  Buat naik bemo" tanya bundanya "enggak usah bun. Bemo murah kok.  Yaudah ataya berangkat ya" kemudian ataua mencium tangan ayah dan bundanya. Dan tentu saja dia tidak melupakan untuk mencium tangan artha. Meskipun ia sedang menghindari artha namun ia tak bisa menghindari yang satu ini Ataya meraih tangan artha dengan sangat pelan. Kemudian mencium tangannya. Artha menatap ataya dalam diam. Sempat tatapan mereka saling bertemu namun ataya langsung mengalihkan pandangannya. Setelah itu ataya langsung berjalan kelaur rumahnya Ataya berdiri di halte. Sejak 15 menit yang lalu ia menunggu bemo lewat namun tak kunjung menemukannya. Ataya sedikit kawatir jika ia akan bertemu artha. Karena mereka biasanya juga lewat depan halte ini saat berangkat dan pulang sekolah. Ataya mengetuk ngetukkan sepatunya. Ia mulai tak sabar. Sempat terbesit rencana jalan kaki saja kesekolah namun ia urungkan karena itu ide bodoh. Tiba tiba ada sebuah motor sport yang berhenti didepannya. Ataya bisa melihat pengendara itu memakai helm full face,  jaket hitam dan celana abu abu khas anak sma. Kemudian orang itu membuka helmnya. Ataya membelalakkan matanya saat melihat siapa orang itu.  "nungguin bus? "tanya cowok itu "nungguin bemo kak" jawab ataya "bareng gue aja" ucap cowok itu "ga usah kak. Gue naik bemo aja" tolak ataya secara halus "jam setengah tuju ini. Lo mau telat?  Gue fikir cewek kayak lo anti telat" Ataya berfikir sejenak. Sepertinya ia memang harus menerima tawarannya. Karena jika tidak ia tidak tau kapan bemo akan datang. Dan dia bisa telat atau malah keburu sama artha "yaudah deh kak ken. Gue nebeng ya" akhirnya ataya mengiyakan tawaran ken. Iya cowok itu adalah musuh bebuyutan artha. Dan ataya sekarang sedang bersama ken. Duduk di motor ken. Entah apa ini benar atau salah ataya tak peduli Ken melajukan motornya setelah ataya duduk di boncengannya. Tanpa mereka sadari sejak tadi gerak gerik mereka tak luput dari pandangan artha yang berada di tikungan jalan. Artha mencengkram setirnya untuk melampiaskan kemarahannya Sebenarnya artha sudah berada disana sejak tadi. Setelah ataya berpamitan tadi, artha juga buru buru menyelesaikan makannya dan segera berangkat dengan alasan akan kerumah temannya dulu. Namun artha malah ke tempat dimana ataya menunggu bemo. Ia tak mendekati ataya dan tetap berada ditinkungan itu. Ia memperhatikan ataya dari kejauhan. Ia tau ataya tak akan suka dengan kehadirannya disana. Sampai tibalah ken yang mengajak ataya untuk berangkat bersama. Artha ingin sekali mendekati mereka dan menggagalkan acara nebeng nebeng itu namun ia tidak melakukannya karena nanti ia pasti akan ribut dengan ken dan ataya akan semakin marah padanya. Akhirnya artha membiarkan ataya berangkat bersama dengan ken. ********** Pagi ini SMA Cakra digegerkan dengan kedatangan ataya dan ken yang berangkat bersama. Seorang Ataya Aurora adik dari cowok paling di inginkan  disekolah yaitu Artha Surya berangkat bersama Ken Made yang tak lain adalah musuh bebuyutan dari artha. Sudah menjadi rahasia umum tentang permusuhan artha dan ken disekolah itu. Memang sejak dulu mereka tidak pernah akur. Ataya turun dari motor ken. Ia terus menundukkan kepalanya. Ken melepas helm nya dan melihat ataya yang berdiri disampingnya dengan menundukkan kepalanya "lo kenapa? " tanya ken "enggak kok gapapa. Gue ke kelas dulu ya. Thanks untuk tebengannya kak" kemudian ataya berlari kecil meninggalkan ken yang masih berada di atas motornya. Tanpa sadar ken tersenyum tipis melihat kepergian ataya. Entah kenapa ia merasa pagi ini sangat menyenangkan Grung grungg... Suara motor sport yang baru saja tiba. Motor warna merah itu berhenti di samping motor ken. Ken tersenyum miring. Ia tau siapa orang itu. Dia adalah artha. Ken tetap berada di atas motornya namun ia mengalihkan pandangannya ke arah lain tak ingin melihat artha disampingnya Artha melepas helm kemudian turun dari motornya. Membenarkan posisi tas nya yang bertengger manis di sebelah lengannya. Artha berdiri didepan ken dan menatap ken dengan tajam. Kemudian ken juga menatap artha dengan tatapan dibuat buat seakan akan dia terkejut akan kehadiran artha "ya tuhan. Aku sampai kaget. Oh baginda raja yang terhormat kenapa engkau tiba tiba berdiri didepan hambamu yang tak berdaya ini?  Apa hamba melakukan kesalahan? " ucap ken dengan dibuat buat. Namun artha tetap dengan tatapan tajam dan wajah datarnya. Artha maju dua langkah lebih mendekat pada ken yang masih ada di atas motornya itu "jauhin adik gue" hanya itu yang dikatakan oleh artha. Kemudian ia berbalik dan berjalan meninggalkan ken disana. Ken tersenyum miring mendengar tuturan artha. "jadi ceritanya ada yang lagi kawatir? " lirih ken Kemudian ia juga pergi menuju kantin. Rasanya setelah bertemu artha ia jadi malas masuk kelas. Jadi seperti biasa ia memilih kantin untuk dikunjungi .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD