artha, ataya nanti siang ayah sama bunda akan keluar kota dan baru kembali lusa. Kalian baik baik di rumah ya. Artha jaga adek kamu" ucap ayah mereka "iya yah" jawab artha dengan malas "oh ya ataya. Karena bibi lagi pulang kampung jadi kalian ga ada yang masakin. Kamu bisa kan masak sendiri sekalian buat abang kamu. Kalau ga sempat ya kalian beli dikuar saja gapapa" ucap bundanya "ataya bisa masak kok bun. Tenang aja" ucap ataya tak lupa dengan senyumnya. Kemudian mereka kembali meneruskan sarapan pagi dengan tenang Selesai makan artha dan ataya langsung pamit untuk ke sekolah. "ayah bunda ataya berangka dulu ya" ucap ataya sambil mencium tangan ortunya "ya bun artha berangkat" ucap artha juga menciuma tangan mereka "iya hati hati. Artha jaga adik kamu lo." ucap bundanya "iya bun..." jawab artha dengan sedikit kesal. Kemudian ataya dan artha berangkat ke sekolah bersama dengan menaiki motor artha. Dalam perjalanan tak ada percakapan yang terjadi mereka sama sama diam. Dan kini sampailah mereka di halaman parkir sekolah. Dan lagi lagi artha akan turun dari motornya sebelum ataya "eh eh bang. Tunggu ataya nanti sulit turunnya. Rok ataya kan pendek" artha hanya diam saja saat ataya menjadikan pundaknnya sebagai pegangannya. Setelah ataya turun artha juga ikut turun dari motornya dan langsung pergi meninggalkan ataya. Ataya hanya diam memandangi punggung kakak sepupunya yang semalam berbuat kurang baik padanya. Namun ataya memutuskan untuk melupakan kejadian itu. Toh sekarang artha kembali cuek padanya. Seperti tak ada apapun semalam ************* Ataya duduk di sofa depan televisi ruang keluarga. Sudah pukul 10 malam namun artha belum pulang juga. Bahkan tadi ataya pulang sendiri dengan naik kendaraan umum. Ataya merasa cemas akan keadaanya artha. Tiba tiba bel rumah berbunyi. Ataya segera berlari kecil ke arah pintu dan membukanya "bang dari mana aja. Ini udah malam. Kok baru pulang. Untung bunda sama ayah ga ada di rumah. Kalau ada di rumah abanh pasti di marahin" ucap ataya bertubi tubi saat melihat artha baru pulang dengan memakai celana abu abunya dan kaos putih dengan kemeja sekolah tersampir dipundaknya "ya kamu benar. Untung ayah sama bunda ga ada di rumah. Jadi kita bisa bebas melakukan apa saja" ucap artha dengan seringaian mesumnya. Ataya sadar jika ia saat ini dalam bahaya. Ia beringsut mundur. Dan saat ia akan berlari tangan nya dicekal oleh artha "mau kemana? Kau tidak bisa lari ataya" "bang artha lepasin. Kamu mau apa? Bang lepasin" ataya berusaha berontak "aku mau menikmatimu" ucap artha. Kemudian artha menutup pintu rumahnya dan menguncinya. Ia menarik lengan ataya dan membawanya masuk kekamarnya. Dikamar itu tubuh ataya langsung dibanting oleh artha di atas ranjang "bang kamu mau apa? Hiks hiks jangan kayak gini bang ataya takut" isak ataya. Namun artha tak peduli. Ia menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Ia mendekat ke arah ataya tang beringsut mundur menjauhinya namun posisinya sudah terpojok oleh kepala ranjang Artha menarik kaki ataya sehingga posisi ataya lebih dekat dengan artha. Ataya berusaha berontak namun sia sia. Artha mengambil tali di laci nakas dekat ranjangnya itu dan mengikat tangan ataya di kepala ranjang agar ataya tidak berontak lagi "bang hiks lepasin. Ataya ga mau" ucap ataya. Namun lagi lagi artha tidak menghiraukannya. Artha menuangkan air putih dari botol yang selalu ada di mejanya itu ke gelas. Kemudian ia menyampurkan sesuatu di air itu. Setelah tercampur ia mendekati ataya "ayo buka mulutmu ataya" paksa Artha dengan menekan pipi ataya sehingga mulut ataya terbuka. Ataya berusaha menolak namun ia tak hisa dan akhirnya air itu sedikit sedikit terteguk oleh ataya meski banyak juga yang tumpah. Setelah memberikan itu artha bangkit dan meleoas kaosnya. Kini ia toples hanya menggunakan celana abu abunya Ia berusaha melepas kaos yang dipakai ataya dan melepas celananya juga. Sulit karena ataya terus berontak dan juga posisi ataya yang kedua tangan terika. Namun akhirnya ataya berhasil dibuat telanjang bulat oleh artha. Ataya merapatkan pahanya menutupi vaginanya. Namun payudaranya tetap terlihat karena ia tak bisa menutupinya Artha bangkit dari ranjang dan mengambil kamera di lemarinya. Ia memotret tubuh ataya. Mulai daru ataya yang kelihatan berusaha merapatkan pahanya, foto payudara ataya yang diremas oleh tangan artha dan juga belahan v****a ataya. "bang jangan ataya malu " "baiklah dengar. Jika kau berusaha menolah ku aku tidak akan segan segan menyebarkan foto ini. Jadi jangan mencoba menolak ku oke" Artha meletakkan kameranya di nakas. Kemudian ia melepas celananya dan kini ia juga sama sama telanjang bulat. Ataya memejamkan matanya saat junior tegak artha terpampang di depannya. Artha kembali naik ke ranjang dengan posisu di antara paha ataya. Kaki ataya dibuka selebar mungkin membuat ataya memekik kesakitan "bang jangan bang jangan lakukan ini. Ia salah bang ini salah hiks hik" "diam kau" bentak artha. Ia menggesek gesekkan ujung peninsnya di belahan v****a ataya. Ataya bergerak gelisa. Ia berusaha meredam desahannya. Artha terus menggoda v****a ataya dengan ujung penisnya sampai ia dapat merasakan v****a ataya sudah basah dengan cairannya sendiri "menolak tapi nyatanya kau basah ataya" ataya memalingkan wajahnya ia nerasa malu. Kemudian artha akhirnya menyudahi permainannya yang menyiksa ataya itu dan Jlebbbbb "akkhhhh hiks sakitttt" jerit ataya kala junior artha berusaha memasuki vaginanya. Junior artha hanya masuk setengahnya. Kemudian ia berusaha memasukkan lebih kedalam lagi dan akhirnya juniornya tenggelam di lubang v****a ataya secara keseluruhan "hiks hiks jahat... Abang jahat. Sakitt hiks" artha tak peduli isakan ataya. Ia tetap menggenjot milik ataya dengan kasar. Sampai ataya menjerit kesakitan. Namun lama kelamaan ataya mulai merasa keenakan. Ia bahkan merasa ingin lebih. "ahh bang.. Sshhh ahh" desah ataya "sebut namaku ataya jika kau sampai" ucap artha dengan masih menggenjot milik ataya. Tak lama akhirnya "ahhh artha. ....aku kelaurrr" jerit ataya dan akhirnya ia mendapat klimaknya untuk pertama kali. Kenapa ataya lebih cepat orgasme? Karena ia telah diberi obat perangsang oleh artha. Meski menolat tetap saja air itu tertelan sedikit oleh ataya Artha masih menggenjot milik ataya dengan keras. Ia mencari keluasaanya sendiri. Tak peduli v****a ataya yang terus mengeluarkan darah segar itu. Cukup lama akhirnya artha me dapat klimaksnya. Ia mendiamkan penisnya di dalam v****a ataya selama klimaks itu berlangsung. Setelah klimaksnya berakhir artha langsung membanting tubuhnya di samping ataya. Ataya masih menangis. Artha tak peduli. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka dan menarik ataya dalam dekapannya. Ataya hanya diam. Namun lama kelamaan ia merasa nyaman di dada bidang artha.m dan akhirnya ia terlelao dalam dekapan artha. "maaf aku harus seperti ini" Kemudian artha semakin mengeratkan pelukannya. Dan menyusul ataya ke dalam mimpi . . .