"astaga ini sudah jam berapa. Kita masih mengobrol disini. Artha kau bilang akan mengajak ataya pergi, lihatlah ini sudah pukul berapa" ucap bundanya dengan heboh. Karena hari sudah semakin siang dan mereka masih saja asik mengobrol di halaman belakang. Meskipun hari ini adalah weekend tetap saja kan ada kegiatan yang harus mereka lakukan. Bahkan mereka juga melewatkan jam sarapan "oh benarkah? Bang artha mau ngajakin ataya kemana?" tanya ataya dengan riangnya. Artha menatap ataya dengan senyum nya "menurut mu?" "oh ayolah beri tau aku. Jangan membuatku penasaran" "biarkan saja. Hari ini hari ulang tahun mu. Kapan lagi aku bisa melakukannya?" "bunda lihat bang artha ngeselin" adu ataya pada bundanya. "kalian ini" ucap bundanya "ayo cepatlah mandi, atau aku akan pergi sendirian" ancam artha "iya iya aku akan mandi astaga" ataya masuk kedalam rumah dengan kaki di hentak hentakkan. Sedangkan artha, ayah dan bundanya tertawa melihat kelakuan ataya "adikmu itu masih saja malas mandi jika di hari libur. Kebiasaan buruk nya tidak juga hilang" ucap bundanya "apalagi saat kau tidak di rumah, dia pasti akan seharian didalam kamar" kali ini ayahnya yang berucap. Artha tertawa "jika bukan seperti bukan ataya namanya" ucap artha. *********** Tok tok tok "hei tuan putri apa belum selesai" ucap artha di luar kamar ataya Ceklek Pintu kamar ataya terbuka dan menampilkan ataya dengan senyum merekahnya "udah. Yuk pergi" ataya menarik tangan artha. Hari ini sangat bersemangat "bunda ayah ataya sama bang artha pergi dulu ya" teriak ataya saat di luar kamar ayah bundanya "iya hati hati" balas bundanya dari dalam kamar. Kemudian ataya menarik tangan artha lagi untuk keluar rumahnya. Artha hanya menurut saja "eh tunggu sebentar biar aku yang membukanya" artha menghentikan gerakan tangan ataya yang akan membuka pintu mobilnya. "silahkan masuk" ucap artha dengan membungkukkan tubuhnya. Ataya tertawa melihat perilaku artha. Kemudian ia masuk ke dalam mobil. Di susul artha yang duduk di kursi kemudi Saat perjalanan ke tempat yang di tuju, ataya memutar lagu lagu favoritnya yang tentu menjadi lagu favorit artha juga. Mereka bernyanyi bersama. Sampai tak terasa mereka sudah sampai di tempat tujuan. Ataya keluar dari mobil dan melihat tempat ini "kenapa kita ke cafe yang sedang tutup?" tanya ataya. Artha menahan tawanya "masuklah" ucap artha "apa kamu tidak lihat tulisannya tutup" "tutup untuk orang lain, terbuka untuk kita. Ayo masuk saja. Pintunya tidak terkunci" ataya menurut saja. Ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam cafe itu dan artha di belakangnya. Keadaan di dalam cafe sangat gelap. Ataya tidak bisa melihat apapun. "bang artha gelap banget di sini" ucap ataya. Namun tak mendapat balasan dari artha. Ataya membalikkan tubuhnya dan ternyata artha sudah tidak ada di belakangnya. Ataya celingak celinguk ke sana kemari mencari artha namun tidak ada. Ataya kembali menghadap kedepannya yang terlihat sangat sangat gelap "bang artha!! Kok ataya di tinggalin sih" panik ataya dan tiba tiba lampu menyala. Ataya terkejut melihat apa yang ada didepannya  "surprise!!" ucap banyak orang dari arah belakang ataya. Ataya cepat menoleh dan terkejut melihat kehadiran teman temannya disini. Ataya menutup mulutnya yang terbuka karena terkejut. Tadi ataya bisa mendengar suara cempreng dari carol. Dan benar saja, carol berada di barisan paling depan teman temannya. Carol berlari kecil menuju ataya dan memeluknya. "happy brithday tayi... " ucap carol "makasih" jawab ataya "happy brithday ataya!!" ucap semua teman nya secara bersamaan. "makasih teman teman" jawab ataya "eh eh lihat tuh" carol menepuk nepuk bahu ataya agar ia membalik kan badannya. Dan mendapati artha yang berjalan ke arahnya sambil membawa sebuah kue ulang tahun. Ataya tersenyum bahagia. Kemudian semua teman temamnya menyanyikan lagu tiup lilin untuk ataya. " make a wish" ucap artha mengingatkan ataya sebelum meniup lilinnya. Ataya memejamkan matanya sejenak dan berdoa dalam hati. Setelah berdoa ia langsung meniup lilin ulang tahun nya. "yeay!!" suara riuh tepuk tangan dari teman temannya. "oke sekarang waktunya potong kue. Ayo kita bernyanyi bersama. Potong kue nya potong kuenya..." carol mengajak semua teman temannya untul bernyanyo bersama. Ataya mengambil sebuah pisau kue yang juga dibawa artha. Kemudian ia memotong kue itu. "oke, potongan pertama kue ulang tahun ini akan ataya kasih kan ke siapa ya?" tanya carol. Ataya tertawa sejenak. Kemudian mengambil potongan kue itu dan menyuapkan kepada artha. Artha langsung melahap suapan itu dengan senang. Semua temannya bertepuk tangan "dan yang kedua ini untuk sahabat ku carol" ucap ataya dan menyuapkan kuenya kepada carol. Setelah itu mereka berpelukan lagi "a.. Tayo bikin aku baper aja" ucap carol saat berpelukan dengan ataya "ayo semuanya silahkan masuk dan nikmati acaranya" ucap artha mempersilahkan semua teman teman ataya. Carol dan semua teman teman ataya mulai menikmati hidangan yang ada disana. Di cafe itu juga ada disediakan sebuah gitar dan microfon jika ada yang mau bernyanyi dengan di iringi gitar. Dan benar saja. Salah satu teman ataya yang bernama Noela ingin menyanyikan sebuah lagu di acara itu. Semua teman temannya pun menyaksikam penampilan noela. Ataya mendekati artha yang meletakkan kue ulang tahun ataya di atas nakas. "bang artha" panggil ataya. Artha menoleh dan tersenyum "iya?" "makasih untuk kejutannya" ucap ataya "kami suka?" "sangat. Acara ini bukan acara formal. Berbeda dari yang biasanya. Aku sangat suka. Dan makasih udah bawa semua teman teman ataya kesini" "sama sama. Ini semua juga karena bantuan carol" ucap artha dan mengacungkan jempol nya kepada carol yang ada di depan meja makanan. Ataya menoleh ke arah carol dan tersnyum kepadanya. Carol memberikan cium jauh kepada ataya yang membuat ataya tertawa. Kemudian ataya menoleh ke arah artha lagi " oh ya aku punya satu hadiah lahi buat kamu" ucap artha "apa? Tadi kan bang artha udah ngasih kalung" "udah ayo kesini" artha membawa ataya ke salah satu sisi cafe. Disana ada sebuah sofa dengan bonek kelinci besar yanh di dudukkan di sofa itu "wah ini buat aku" "tentu dan juga bonek yang ada di balon itu" tunjuk artha ke boneka teddy bear yang di ikat dengan tali talu balon itu "bang artha, ataya suka banget. Makasih" ucap ataya "sama sama" artha mengusap puncak kepala ataya. Kemudian mereka duduk di sofa itu dengan posisi boneka kelinci itu berada di antara mereka "ih lucu banget" ataya mempermain kan boneka itu dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya di genggam oleh artha.  Ataya merasa hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan untuknya. Ia tak menyangka jika artha akan melakukan ini padanya. Semua nya sungguh hal terduga. *********** Artha.Srya  3.109 suka Artha.Srya Hbd my princess Lihat semua 456 komentar .