w******p From: Si gesrek Digo Heh nenek kabayan Apaan? Gue mau ngomong Dari tadi kalau lo ga ngomng emang ngapain? Nyuci piring? Hehe.. Lo pikir lo ketawa bagus? nyeremin malah Enak aja lo. Lo tau apa yang lebih nyeremin didunia ini lebih dari ketemu hantu? Gatau Jatuh cinta sama lo Sialan lo Dan lo tau, masalahnya gue sekarang jatuh cinta sama lo Oh ya ampun... Gak lucu Gue ga ngelucu. Gue serius. Lo mau ga jadi cewek gue? Woi Heh nenek kabayan Lo masih idup kan? He ya elah, cuman di read Bales woi Berisik lo Gimana? Apanya? Ya pertanyaan gue tadi bego Oh Gimana? Mau gak? Bentar gue butuh semedi dulu. Terus mandi kembang Buset nih cewek. lo bukan titisan Nyi roro kidul kan? Iya gue titisannya. Diem dulu. Lo mau dijawab Gak? Ya mau lah Yaudah diem dulu Gue mau mikir. Oke gue tunggu Satu jam kemudian Lo mikir apa move on lama amat. Mikir + move on Gue udah dapet jawabnnya Gimana? Rumusnya apa? Bego. Lo pikir fisika Bercanda beb Jangan manggil gue beb Gue jijik Yaudah iya Gimana jawabannya Oke. Kita jadian Sip sip oke Jadi lo pacar gue sekarang? Yoi Oke. Kalau gitu gue Mau bobok dulu Lah kok gue ditinggal Cie mau ditemenin terus niye Yaudah tidur sana. Ga usah bangun sekalian Kok gitu sih beb Digo jangan panggil gue beb Iye iye nenek kabayan bawel lo Y. Yaudah tidur sana gue mau merenungi nasib Kenapa merenungi nasib? Entah dosa apa yang gue buat dikehidupan sebelumnya sampai gue punya pacar somplak Ini anugrah tuhan harus disyukuri Woi Lah ilang Gue dicuekin Yaudah beb Eh nenek kabayan Selamat bobok Chat berakhir Artha, ataya dan dirga tertawa terbahak bahak dikantin sampai mengeluarkan air mata. Bahkan mereka menjadi pusat perhatian saat ini. Mereka membaca chatingan antara digo dan carol. Mereka tidak menyangka jika mereka jadian dengan seperti itu. Carol dan digo duduk di bangku kantin yang sama bersebrangan dengan artha,ataya dan dirga. Carol dan digo melipat kedua tangannya didepan dada dengan tatapan kesal pada artha,ataya dan dirga. "kalian diem deh" ucap carol kesal. Tapi mereka tetap tertawa "sumpah ya. Gue ga nyangka kalian jadiannya kayak gitu" ucap ataya "hebat kan gue" ucap digo dengan bangganya "hebat apaan. Nembak ga ada romantis romantisnya kok hebat. Kayak yang ada di drakor favorit gue gitu lo, dikasih bunga di ajak ke tempat roamntia terus dinner. Lo mah apaan" ucap carol kesal sambil melirik digo "meskipun ga romantis tapi lo mau juga kan?" ucap digo "ya itu karena gue ga tega lihat lo frustasi nantinya kalau gue tolak" "ala bilang aja emang lo udah suka sama gue" "dih kepedean" "ngaku aja la" "enggak" "ayolah ngaku aja" "enggak. Apaan sih lo" Perdebatan itu terus terjadi sampai artha, ataya dan dirga merasa jengah. Dan mereka bertiga meninggalkan carol dan digo yang berdebat begitu saja "tuh kan mereka pergi gara gara lo" ucap carol "kok gue. Ya elo lah" "elo" "elo" "ihh ngeselin" "kalau ga ngeselin bukan digo namanya" "serah lo" akhiri carol ********** Suara sorakan kegembiraan menggema diseluruh penjuru sekolah saat pengumuman kelulusan telah ditempelkan dimading. Semua berbahagia karena seluruh siswa kelas dua belas dinyatakan semuanya lulus. Dirga dan digo menerobos kerumunan siswa dan siswi yang melihat nilai mereka dimading. Sedangkan artha hanya duduk di bangku dekat mading. Tidak mungkin ia ikut menerobos dengan keadaan kakinya yang masih harus memakai tongkat untuk berjalan. "bang artha" panggil ataya yang baru saja datang bersama carol. Kemudian duduk disamping artha "gimana hasilnya?" tanya ataya "gatau. Dirga sama digo masih lihat tuh" "ataya juga mau lihat" "eh sini aja. Kamu nanti kedorong dorong kalau ikut ikutan. Tunggu dirga sama digo aja" "yaudah deh" ataya pun pasrah. Kemudiam ia mengerutkan keningnya saat melihat carol berdiri disampingnya dengan melihat ke arah kerumunan siswa dengan sangat cemas "lo kenapa rol" tanya ataya "gue kawatir" "kenapa?" kali ini artha yang bertanya "kak artha tau sendirikan, bego nya digo tuh kayak gimana. Gue takut kalau dia gak lulus" ucap carol. Artha tertawa "tenang aja. Sebego bego nya digo dia pasti lulus kok. Karena udah di umumin kalau 100% semua lulus" jelas artha. Carol menghela nafas lega kemudian mengambil duduk di sebelah ataya "syukur deh" ucap carol. Ataya menepuk nepuk pundak carol "artha!!" panggil digo dengan heboh setelah keluar dari kerumunan itu "kenapa?" "lo tau siapa yang ada di urutan pertama?" tanya digo "siapa? Bang artha ya?" saut ataya cepat. Digo menoyor kepala ataya "eh apaan sih lo" marah artha saat digo melakukan itu pada ataya. Namun digo hanya menunjukkan cengiran kudanya "hehe sorry. Ih babang mah suka marah dedek jadi takut" ucap digo dibuat buat. Carol langsung bangkit dan mencubit kecil perut digo "lo jangan malu maluin gue deh. Ayo bilang siapa peringkat pertamanya?" tanya carol "peringkat pertamanya itu pacar kamu beb" ucap digo sambil menoel dagu carol yang langsung ditepis oleh carol "mimpi" ucap carol. Dirga menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan adik kembarannya dan kekasih barunya "yang dapet peringkat pertama artha." Ataya langsung bersorak gembira dan langsung memeluk artha. Artha juga membalas pelukan itu " Tapi yang wow itu yang dapet peringkat kedua" lanjut dirga "siapa kak?" tanya carol "mantannga ataya. Ken made" Seketika semua terdiam "serius lo?" tanya digo "lah, lo tadi ga lihat" tanya dirga "enggak" jawab digo dengan entengnya "bego" dirga menoyor kepala digo "ih jangan gitu. Nanti digo tambah bego kalau kepalanya lo toyor terus" ucap carol. Kemudian ia mengelus elus kepala digo yang ditoyor oleh dirga tadi "oh so sweet nya. Bang artha mau digituin juga gak?" tanya ataya pada artha. Bermaksud untuk menggoda carol dan digo. Carol langsung berhenti, dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Karena ditertawakan oleh dirga, artha dan ataya ,carol langsung pergi karena malu "eh beb, eh nenek kebayan tunggu" digo langsung menyusul carol. Terlihat digo berusaha menggandeng tangan carol namun carol selalu menepisnya "gue kalau sama denada ga se alay gitu kan tha?" tanya dirga tiba tiba "enggak" jawab artha apa adanya. "syukur deh. Tuhan masih sayang sama gue. Gue masih di kasih otak yang ga gesrek gesrek amat" ucap dirga. Artha dan ataya tertawa lagi "hai" sapa ken yang entah datang dari mana. Artha langsung menunjukkan wajah malasnya "selamat ya tha lo yang dapet urutan pertama" ucap ken mengulurkan tangannya pada artha. Namun artga memalingkan wajahnya ke arah lain. "bang artha jangan gitu" bisik ataya pada artha agar artha menerima uluran tangan itu. Mengingat saat dirumah sakit, ken sering menjenguk artha dan berusaha menjalin hubungan baik dengan artha. Akhirnya artha membalas uluran tangan itu. Ken tersenyum pada artha "makasih. Lo juga selamat atas urutan nomor duanya. Gue ga nyangka lo yang ada di nomor itu" ucap artha dengan nada yang sangat datar. Ken terkekeh kecil "lo tau kenapa gue bisa di urutan itu? Semuanya karena ataya" ucap ken. Ataya terdiam. Sedangkan artha langsung melepaskan tangannya "gue berusaha buat jadi anak yang rajin kayak lo demi ataya. Biar dia suka sama gue. Tapi nyatanya gue ga bisa nyaingi lo tha. Gue ga bisa" ucap ken. Kemudian ken mendekat ke arah artha, ke telinga artha dan mengatakan sesuatu dengan sangat pelan sehingga hanya artha yang bisa mendengarnya "gue tau hubungan lo dengan ataya. Gue bisa lihat gimana sayang nya ataya sama lo dan betapa sayang nya lo sama dia. Gue berusaha menyaingi lo, tapi gue gagal. Dan gue sadar kalau ataua emang punya lo. Orang lain ga bisa untuk memiliki ataya" kemudian ken menegakkan lagi tubuhnya. Ia tersenyum pada ataya sebentar kemudian pergi meninggalkan mereka. Artha terdiam "apa yang dia omongin tha?" tanya dirga "bukan apa apa" jawab artha. Ataya terus memandang ke arah kepergian ken. Terlihat ken berjalan dengan memasukkan sebelah tangannya kedalam saku. Kemudian tiba tiba ada bianca yang datang dan langsunb menggandeng tangan ken. Terlihat ken hanya diam saja. Mereka melanjutkan berjalan bersama. Ataya tersenyum tipis. Mungkin ken sudah berusaha untuk menerima bianca sebagai cewek yang dijodohkan dengannya. Itu bagus. Karena jika ken bersama ataya, kisah mereka akan rumit. Meskipun jika ataya bersama artha kisah mereka akan lebih sulit. Tapi setidaknya ataya tidak menyulitkan orang lain. ************ "bunda ayah... Bang artha dapat peringkat pertama" teriak ataya menggelegar diseluruh rumah. "wah bener?" tanya bundanya yang muncul dari kamarnya disusul ayahnya di belakang "iya bang artha dapat peringkat pertama bun" Artha baru masuk ke dalam rumahnya dengan berjalan perlahan. Ia sudah tidak memakai tongkatnya. "loh tongkat kamu mana?" tanya bundanya "itu di teras" ucap artha "kok ga dipakai kenapa?" " lengan artha sakit bun. Sampai biru gini" tunjuk artha ke lengannya. "astaga, ataya ambilkan minyak" ataya segera mengambil minyak gosok di kotak p3k. Artha duduk di sofa bersama bundanya. Sedangkan ayahnya berdiri disampingnya "artha selamat" ucap ayahnya sambil menepuk nepuk pundak artha "iya yah makasih" "bunda seneng banget deh" kemudian bundanya menciumi kedua pipi artha "bun ini minyak nya" ataya memberikan obat itu. Bundanya membantu artha untuk melepas seragam artha dan mulai memijat lengan artha. "kakinya nggak sakit bang?" tanya ataya "enggak kok" jawab artha dengan senyum nya. Agar ataya yakin bahwa dirinya baik baik saja *********** "waktunya kita makan. Bunda udah masak spesial malam ini buat ngerayain peringkat pertamanya artha" "wah enak nih bun. Ayah jadi tambah sayang" ucap ayahnya sambil menaik turun kan alisnya membuat bundanya tersipu malu "ataya juga tambah sayang" ucap ataya. Artha hanya tersenyum saja. Ataya yang duduk disamping artha menyikut lengan artha memberi kode agar dia mengucapkan sesuatu yang membuat bundanya senang "artha juga" ucap artha pada akhirnya. Bundanya bertepuk tangan bahagia "bunda juga sayang sama kalian. Ayo sekarang kita makan. Nanti yang nyuci piring tugasnya ataya ya" ataya yang akan menyendok kan sendoknya kedalam mulut pun berhenti. Dan melihat ke arah bundanya yang tersenyum manis padanya "iya iya. Nanti ataya yang nyuci" ucap ataya pada akhirnya. "anak pandai" ucap bundanya. Artha tersenyum sambil mengusal rambut ataya Acara makan malam itu berjalan dengan baik. Di selingi dengan cerita cerita yang terkadang membuat mereka tertawa bersama. Dan tibalah saat nya untuk ataya menyuci peralatan dapur yang kotor. Ataya berdiri didepan pencuci piring. Terlihat cucian itu menggunung. Ataya menghela nafasnya. Kemudian mulai menuangkan sabun cuci piring ke spons nya dan mulai mencuci "sini aku bantuin" ucap artha yang tiba tiba datang "loh bang artha duduk aja disana. Nanti kakinya sakit" ucap ataya "ga bakalan sakit. Udah sembuh kok" ucap artha. Akhirnya ataya menurut saja. Membiarkan artha membantunya mencuci piring Sesekali artha menjahili ataya dengan mengusapkan sabun itu ke kening ataya. Dan ataya pun membalasnya. Sampai dapur mereka basah karena perbuatan artha dan ataya. Mereka tertawa bersama di momen yang bahagia ini. Biarlah hari ini mereka banyak tertawa bersama, karena entah kapan. Cepat atau lambat jarak akan muncul diantara mereka.  "artha!! Ataya!! Dapur bunda bisa hancur karena kalian!!" teriak bundanya marah saat melihat lantai dapurnya basah. Artha dan ataya hanya memberikan cengiran kudanya kepada bundanya "pel sampai bersih bunda gamau tau. Harus bersih dan kering!!" . . .