kenapa lo kemaren ga masuk? " tanya carol pada ataya yang sudah duduk dibangkunya saat ia datang " bukannya lo udah di telfon sama bunda gue? " "ya iya sih. Cuman gue butuh penjelasan yang lebih detail" " gue sakit" jawab ataya dengan bermain ponselnya "lo baik baik aja gini. Ga ada lemes lemesnya" ucap carol sambil meneliti wajah ataya dengan jarak sangat dekat "ish lo apak apaan sih. Jauh jauh. Jangan deket deket gue nanti bego lo nular ke gue" "sialan lo. Awas lo ya" ucap carol sok sok merajuk. Dan ataya tidak menghiraukannya "eh tayi" panggil carol lagi. "hem? " "kemarin kak ken ke rumah lo ya? " tanya carol. Membuat ataya langsung menoleh padanya dengan wajah terkejut "kok lo tau? " "dia bikin snapgram. Dia nunjukin waktu dia beli bunga dan saat nulis kartu ucapannya to ataya aurora gitu" "bunga? Enggak kok dia ga bawa bunga. Tapi .... gatau juga sih. Gue ga nemuin dia waktu dia kerumah" "hah lo serius. Terus dia disana sama siapa dong? Sama abang lo? Gilak!! " ucap carol dengan sedikit berteriak. Membuat beberapa teman sekelasnya menatapnya dengan tak suka "jadi gini... " ataya menceritakan apa yang terjadi kemarin. Saat ia terbangun dari tidurnya dan ingin menemui bundanya di ruang makan. Dan tiba tiba ia melihat keberadaan ken di sana duduk disamping artha. Dan dirga digo yang juga berada disana. Sampai ia lari kembali ke kamarnya karena malu dan takut ditanya aneh aneh oleh ayah bundanya. Karena ataya yakin pasti ken sudah mengatakan yang tidak tidak. "gilak!! Kak ken nekat banget. Wah jadi suka deh gue" ucap carol "lo suka sama cowok berandal kayak dia? " "iya lah. Cowok kayak dia yang gue suka. Cowok yang rela ngelakuin apa aja demi ceweknya. Ga takut malu karena ditolak. Karena bisa aja kan dia ditolak di rumah lo, secara dia musuh abang lo dan ortu lo ga ada yang tau kan kalau lo pacaran" "gue ga pacaran sama dia!! Inget itu!! Dan satu hal lagi dia itu bukan gak takut malu tapi malu maluin tau ga? " ucap ataya dengan raut wajah kesal. Sedangkan carol tertawa saja ************** "tha duluan ye" sapa digo dan dirga saat mobil nya melaju melewati artha. Dan artha melambaikan tangannya sebagai jawaban "bang artha! " panggil ataya dari arah belakang artha. Artha berbalik dan tersenyum pada ataya "yuk pulang. Bang artha ga ada bimbel kan? " ucap ataya saat sudah di samping motor artha "enggak. Hari ini libur. Yuk pulang" artha mengambil helm ataya yang dia taruh di spion motornya. Namun saat artha akan membantu ataya memakai helm gerakannya terhenti karena "ataya!! " panggil seseorang. Membuat ataya dan artha langsung menoleh ke arah sumber suara "hai..." sapa ken pada ataya dengan senyumannya. Ataya mengangguk pelan sambil tersenyum kaku. Dan artha seketika wajahnya berubah menjadi kesal "gue kira lo masih sakit. Eh ternyata udah masuk" ucap ken berdiri disamping ataya tanpa memperdulikan keberadaan artha "emm gue udah sembuh kok" "bagus deh. Oh ya gue punya sesuatu buat lo" ken mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Ataya melirik lirik ke arah artha yang ternyata memperhatikan ken dengan sengit "nih buat lo" ucap ken sambil menyodorkan sebatang coklat kesukaan ataya. Ataya langsung tersenyum saat melihat coklat itu. Dan saat ia akan menerima coklat itu ternyata coklat itu sudah dirampas oleh artha "dia kemarin sakit gigi. Dan sekarang lo ngasih dia coklat? Lo mau bikin dia sakit lagi? " ucap artha. Ken mengerjabkan matanya beberapa kali menatap artha. Kemudian pandangannya beralih ke arah lain "iya juga ya. Kok gue bego sih" guman ken sendiri sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Artha memutar bola matanya jengah sedangkan ataya berusaha menahan tawanya "ayo pulang" ucap artha setelah memasukkan coklat itu didalam tas nya. "eh sini in coklatnya" ucap ken pada artha. Namun artha tak menghiraukannya. Artha memakaikan helm ataya. Dan naik ke motornya. Ataya menatap ken dengan tatapan kasian. Kemudian ia mengucapkan kata maaf tanpa suara, dan ken? Dia hanya mengangguk sambil tersenyum saja. Kemudian ken meninggalkan mereka berdua. Ataya menatap kepergian ken sebentar kemudian naik ke motor artha karena dehaman yang diberikan artha pada ataya Di perjalanan pulang hanya ada keheningan. Ataya melingkarkan tangannya di perut artha. Sedangkan artha fokus pada menyetirnya. Namun tiba tiba artha menepikan motornya. Membuat ataya melepas rengkuhannya "mau mampir makan dulu nggak?" tawar artha. Ataya berfikir sejenak kemudian langsung mengangguk "makan apa? " tanya artha lagi "ataya lagi pengen makan mie" "yaudah kita ke restoran masakan mie aja" artha mulai melajukan motornya ke restoran langganannya itu. Memang artha dan ataya sangat menyukai olahan mie. Sampai disana ataya langsung turun dari motor artha dan berlari kecil ke arah satu satunya meja kosong yang ada di area outdoor. Satu lagi, mereka sama sama menyukai tempat tempat outdoor. Menurut ataya dan artha makan di area outdoor lebih enak "kamu pesan apa? " tanya artha pada ataya "biasanya aja deh. Minumnya juga" artha mengangguk kemudian ia masuk ke restoran itu untuk memesan makanan. Setelah memesan artha kembali ke pada ataya yang duduk di area luar restoran. Mereka duduk bersebelahan "kok lama sih" ucap ataya tak sabar. Artha mengelus rambut ataya yang sedikit berantakan karena helm "sabar. Pengunjungnya banyak" ataya mengangguk. Kemudian mereka larut dalam obrolan obrolan tentang berbagai hal sampai akhirnya pesanan mereka datang. "hore!! Waktunya makan" ucap ataya dan langsung menyantap mie nya. Artha tertawa pelan melihat tingkah ataya yang terkadang masih seperti anak kecil. Namun itu yang membuatnya jadi gemas dengan ataya Artha juga menyantap makanannya. Mereka sama sama menikmati makanan itu. Terkadang ataya menyuapi mie yang ia pesan pada artha agar artha juga mencicipinya. Begitu pula dengan artha. Terlihat seperti pasangan romantis. "artha" ucap seseorang yang berdiri di samping artha dengan sedikit merundukkan tubuhnya. Artha yang awalnya menoleh pada ataya langsung menoleh ke arah orang itu saat merasa namanya disebut. Artha membelalakkan matanya "denada" ucap artha. Kemudian artha langsung berdiri dari duduknya. Cewek yang di panggil denada oleh artha itu langsung memeluk artha dengan erat "artha... Aku seneng banget bisa ketemu sama kamu" ucap cewek itu saat memeluk artha. Artha juga membalas pelukan itu "gue juga seneng bisa ketemu lo lagi" ucap artha. Ataya masih duduk ditempatnya dan memperhatikan mereka berdua yang berpelukan. Ataya terlihat seperti seorang cewek yang berduka karena cowoknya diambil pelakor. "duduk sini de" ucap artha saat pelukan mereka sudah terlepas. Kemudiam denada duduk dihadapan artha.  "jadi kapan lo balik dari amerika" tanya artha "kemarin pagi. Dan aku baru sempat jalan hari ini dan ternyata ketemu kamu. Wah aku seneng banget" ucap cewek itu. Artha hanya tersenyum menanggapinya "jadi.. Kamu setelah lulus sma kuliah di amerika? " " rencana sih gitu. Dan nyokap bokap gue setuju" "bagus. Nanti kalau bisa kita satu univ disana. Pasti asik tuh" ataya bertambah kesal saat mendengar denada ingin satu univ dengan artha. "semoga aja bisa" ucap artha. Ataya langsung melirik pada artha dengan tatapan jengkel. Kemudian ia kembali melanjutkan makannya. Tatapan denada beralih pada ataya "dia siapa tha? " tanya denada. Artha menoleh singkat pada ataya kemudian kembali ke arah denada yang ada dihadapannya. Saat menoleh tatapan artha dan ataya sempat bertemu namun artha langsung memutuskannya "adek gue" jawab artha. Dan entah kenapa jawaban itu menyakitkan untuk ataya. Tapi bukan kah itu memang yang sebenarnya? "oh hai aku denada" ucap denada mengulurkan tangannya pada ataya sambil tersenyum manis "ataya" balas ataya dengan senyum kakunya Kemudian denada kembali melanjutkan obrolannya dengan artha. Bahkan keberadaan ataya disana seperti tidak dianggap. Dan memang jika dilihat ataya merasa denada jauh lebih cantik dari dirinya. Dan pantas saja jika artha mungkin menyukai denada karena sejak kedatangan denada artha sama sekali tak menganggap ataya ada "so, aku harus pergi sekarang tha. Sampai ketemu lagi" ucap denada kemudian bangkit dari duduknya. Mereka bersalaman dan saling berpelukan lagi. Ataya sungguh tak menyukai itu. "ataya aku duluan ya" sapa denada dan dibalas senyuman oleh ataya. Kemudian denada pergi meninggalkan mereka. Artha kembali duduk dan melanjutkan makannya. Makanan ataya sudah habis. Ataya terus menatap artha. Menunggu penjelasan dari artha tentang cewek itu. Namun artha tak kunjung memberinya penjelasan. Setelah selesai makan artha langsung mengajak ataya pulang. Dan sikapnya pada ataya biasa saja seperti tidak terjadi apapun. Ataya? Dia hanya diam. Tak berani bertanya. Tapi didalam hatinya ia selalu memikirkan apa hubungan artha dan denada sebenarnya? ************* "ataya ayo turun sayang kita makan malam" teriak bundanya. Ataya yang sedang membaca buku pelajarannya di meja belajar langsung menutup bukunya dan pergi ke ruang makan Saat ataya keluar kamar terlihat kamar artha tertutup. Dan bisa dilihat dari sela dibawah pintu jika lampu kamarnya mati. Apakah artha pergi? Mungkin artha sudah ke ruang makan duluan. Namun saat ataya sudah tiba di ruang makan ia hanya melihat ayahnya dan bundanya saja yang ada disana. Ataya mengambil duduk disalah satu kursi disana "bun" panggil ataya "ada apa sayang? " jawab bundanya masih sibuk menyajikan makanan untuk ayahnya "bang artha mana? " tanya ataya " abang kamu lagi pergi" ucap bundanya "kemana? " "katanya sih jalan. Tapi bunda lupa sama siapa" ataya langsung terdiam. Pasti artha pergi bersana denada. Karena artha jika pergi kemana pun pasti akan mengatakan pada ataya. Namun kali ini tidak. Siapa sebenarnya denada? Apa statusnya dengan artha? Kenapa karena kedatangan denada, ataya yang selama ini selalu dinomor satukan oleh artha menjadi terabaikan oleh artha. Tak terasa air mata sudah berkumpul dan siap jatuh menetes. Namun ataya segera menghapusnya sebelum bunda dan ayahnya melihatnya dan bertanya macam macam .