PULANG sekolah ataya langsung membanting tubuhnya di ranjang empuknya. Tubuhnya terasa sangat lelah. Lebih tepatnya hati dan pikirannya. Lelah untuk memikirkan artha. Berulang kali ataya menghela nafasnya. Berharap untuk bisa mengurangi kekesalannya pada artha. Namun semua tidak ada gunanya. Rasanya tetap sama Tadi ataya pulang bersama carol. Ia masih tak ingin bertemu dengan artha. Apalagi pulang bersamanya. Ataya belum mengatakan apa yang terjadi pada dirinya dan artha. Saat carol bertanya, ataya menjawab bahwa belum saat nya untuk carol tau apa yang terjadi. Ya, menurut ataya suatu saat nanti pasti semua rahasianya bersama artha akan terbongkar. Entah sengaja atau tidak Ataya mengambil ponselnya yang berada di atas nakas. Terlihat ada banyak pesan wa. Baik dari grup atau personal chat. Namun ataya mengabaikannya. Ia memutuskan untuk membuka aplikasi i********:. Meskipun ia masih merasa was was. Takut menemukan foto artha dengan denada yang lain. Namun kening ataya mengerut saat melihat postingan terbaru dari akun milik dirga Dirgazs  1.568 suka Dirgazs sekian lama ngejalanin ldr indonesia - amerika akhirnya bisa ketemu juga. I Love You So Much My Girl Lihat 50 komentar Jadi Denada adalah kekasih dirga? Lalu bagaimana bisa denada begitu dekat dengan artha? Jadi selama ini ataya hanya salah sangka? Ataya mencak mencak tak jelas di atas ranjangnya sambil mengusal usal rambutnya. Ia kesal sekaligus senang. Kesal karena artha tidak menjelaskan apa yang terjadi dan membuatnya berburuk sangka pada orang lain. Dan senang karena itu artinya artha tidak ada hubungan spesial dengan denada. Jebret Terdengar suara pintu tertutup. Ataya yakin itu pasti suara pintu kamar artha. Ataya berlari kecil ke arah pintu kamarnya. Membukanya secara perlahan. Kemudian ataya menjebulkan kepalanya keluar. Ia melihat ke arah pintu kamar artha. Dan benar terlihat dari cela pintu lampunya menyala. Itu tandanya artha ada dikamarnya. Seulas senyum terbit dibibir ataya. Kemudian ataya kembali kedalam kamarnya. Ia berbaring di ranjangnya dengan memeluk gulingnya. Ia senang kali ini. Sangat senang ********* "loh bunda mau kemana? " tanya ataya saat bundanya sudah rapi dengan gaun cantiknya, dan begitu pula dengan ayahnya dengan setelan tuxedonya. "ada pesta ulang tahun perusahaan teman ayah. Kamu baik baik dirumah ya. Jangan lupa pintu nya dikunci aja. Ayah sama bunda pulang nya bakalan malam" ucap ayahnya "ataya sendirian di rumah" ucap ataya dengan sedih. Bundanya tersenyum, tangannya membingkai wajah putrinya itu "artha di rumah. Bunda udah bilang kok. Kalian baik baik ya dirumah" satu kecupan mendarat di kening ataya dari bundanya "ayah sama bunda berangkat dulu ya" kemudian ataya mencium tangan ayahnya. Kini ayah dan bundanya sudah pergi meninggalkan rumah. Ataya menghela nafasnya. Ia mendongak melihat ke arah kamar artha yang berada di lantai dua itu. Dan saat itu bersamaan dengan artha yang keluar dari kamarnya. Tatapan mereka bertemu dengan bibir sama sama diam. Kemudian ataya mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia berjalan ke halaman belakang rumahnya. Ataya merasa bosan jika didalam kamarnya terus. Ataya duduk di kursi panjang yang ada di halaman belakang rumahnya. Ia memakai earphone nya untuk mendengarkan lagu lagu favoritnya di handphone nya. Ia memejamkan matanya untuk menikmati musik itu. Tiba tiba Cupp Ataya langsung membuka kedua matanya saat merasakan ada sesuatu yang menempel dibibir nya. Dan ternyata itu artha. Artha berjongkok di samping ataya dengan senyumannya. Tangannya mengelus puncak kepala ataya "kamu kenapa? Marah sama aku ya? " tanya artha. Ataya hanya diam menatap mata artha. Tentu saja ia tidak dengar apa yang dikatakan artha karena ia memakai earphone. Artha berdecak. Kemudian melepas earphone yang dipakai ataya "kamu marah? " tanya artha "enggak" jawab ataya singkat "kok gitu? " tanya artha lagi. Artha tersenyum. "maaf ya. Aku tau kamu marah kenapa. Aku sama denada itu hanya teman. Kita teman dekat sama seperti hubungan ku dengan dirga dan digo. Kita sudah kenal sejak masa smp. Kemudian ia pindah ke amerika karena orang tuanya harus menetap disana. Dan kita tidak hanya pergi berdua saja. Kita pergi berempat tentunya. Dan karena dirga dan digo mengajak ku untuk mengadakan pesta barbekyue kecil kecilan di rumahnya yang hanya untuk kita bertiga jadi aku menginap disana dan tidak bisa mengajakmu" penjelasan artha. Mata ataya langsung berbinar "jadi bang artha menginap dirumahnya kak dirga digo? " tanya ataya. Dan artha mengangguk "memang di rumah siapa lagi " ucap artha "aku fikir di rumah denada" ucap ataya dengan lirih. Artha tertawa "enggak lah ngapain. Bisa bisa aku dibunuh sama dirga. Lagian denada ga ikut kok. " "lah itu foto yang kamu posting kemarin? " "oh itu. Ya itu foto waktu kita jalan berempat" "ohh" ataya hanya ber o ria saja "cemburu ya? " goda artha. "enggak biasa aja" "terus kenapa ngambek sama aku? " tanya artha lagi "lagi pengen aja" ucap ataya sekenanya. Artha tertawa "kenapa ketawa? Ngeselin deh" ucap ataya. Artha mengelus puncak kepala ataya. Mereka saling bertatapan. Kemudian wajah mereka semakin berdekatan dan Cupp Mereka berciuman. Melumat bibir satu sama lain dengan mata terpejam. Bunyi decapan bibir mereka bisa terdengan sangat jelas. Mereka sama sama terbawa suasana, sampai ataya mengalungkan tangannya di leher artha. Setelah sekitar dua menit mereka akhirnya melepas kan tautan bibir itu. Kening mereka bersatu dengan nafas yang masih memburu "aku menginginkan mu. Apa boleh? " tanya artha dengan jarak bibir yang sangat dekat dengan ataya. Matanya menatap mata ataya untuk mencari persetujuan dari ataya. Karena ia sudah janji tidak akan melakukannya lagi jika tanpa persetujuan ataya. Dan entah dengan sadar atau tidak ataya mengangguk sebagai jawaban persetujuannya. Artha tersenyum. Tangannya mengelus pipi mulus ataya. Ataya memejamkan matanya menikmati sentuhan artha. Tanpa aba aba artha langsung menggendong tubuh ataya didepan seperti anak kecil. Membawa ataya menaiki tangga untuk menuju kamarnya. Artha mengunci pintu kamarnya kemudian membaringkan ataya di atas ranjang. Ataya berbaring disana dengan menatap artha yang masih berdiri di sampingnya. Artha melepas kaos nya menampilkan tubuh atas polosnya. Mata mereka bertatapan dengan sangat intens. Sampai akhirnya tangan ataya menjulur ke arah artha seperti seseorang yang minta dipeluk. Artha langsung menindih tubuh ataya. Ia melumat bibir ataya. Kali ini dengan rakus sampai ataya kesulitan mengimbanginya. Tangan artha bergerak membelai leher ataya kemudian ke payudara ataya yang masih terbungkus bra dan kaos nya. Artha meremas lembut payudara ataya. Membuat satu desahan lolos dari bibir ataya yang sedang dilumat artha "emhh" desah ataya. Ciuman artha bergerak semakin turun ke leher. Ia tak akan memberikan bekas disana. Tangan artha bergerak untuk melepas kaos ataya dan bra nya. Kini payudara ataya yang bulat dengan ukuran nya yang sangat pas ditangan artha pun terpampang. Artha langsung melumat payudara ataya itu. Menyedot dan menggigit gigit kecil putingnya "ahh mmhhh" desah ataya. Artha semakin gencar bermain di payudara ataya. Tangan artha bergerak melepas celana pendek ataya dan tentu dengan cdnya. Ataya merapatkan pahanya untuk menutupi vaginanya. Artha mengelus paha ataya. Ataya yang merasa tak tahan perlahan mulai melebarkan pahanya. Ciuman artha semakin kebawah hingga sampai divagina ataya Artha melebarkan paha ataya. Hingga menampilkan v****a ataya yang masih ditumbuhi bulu bulu halus. Artha membuka belahan v****a ataya. Kemudian meniup nya dengan sensual membuat ataya memejamkan mata nya erat erat "ahhhhh" desah ataya saat merasakan lidah artha memutari klitorisnya. Artha menyecap v****a ataya membuat ataya menggelinjang tak karuan Artha menusukkan jari telunjukkan dilubang v****a ataya. Artha dapat meraskan kerapatan v****a ataya. Keluar masuk terus dengan lidah yang masih bermain di klitorianya "ahh ataya mau keluar" ucap ataya. Malah membuat artha semakin gencar. Ataya berusaha menjauhkan wajah artha dari vaginanya namun gagal. Sampai akhirnya ia orgasme. Dan ataya terkejut saat melihat artha malah menikmati cairannya itu. Artha membersihkan cairannya dengan lidahnya. Ataya memejamkan matanya menikmati sensasi kenikmatan yang diberikan artha. Artha kembali bangkit. Ia melepas seluruh pakaiannya. Ataya sudah merasa lemas setelah orgasme tadi. Kemudian artha kembali menindih ataya. Ia menempatkan juniornya tepat di lubang v****a ataya. Menggesek gesekkan nya untuk pemanasan sebelum ke permainan utamanya. Ataya memejamkan matanya erat erat. Ia sudah merasa tak tahan. Sampai akhirnya Jlebbb "akkhhhh" jerit ataya saat meraskaan junior artha memasukinya.Artha membiarkan juniornya dulu. Merasakan pijatam v****a ataya "ahh shhh" desah artha saat merasakan v****a ataya yang masih sempit memijat bahkan rasanya seperti menyedot juniornya. Artha sudah tak tahan. Akhirnya ia menggenjot v****a ataya. Keluar masuk dengan ritme yang cepat. Membuat tubuh ataya terhentak hentak dibawahnya. Payudara ataya bergerak mengikuti gerakan tubuhnya. Artha yang melihatnya merasa gemas. Hingga akhirnya ia kembali melumat payudara ataya. Kenikmatan yang luar biasa untuk ataya. "ahhhh ahh ah " teriak ataya meraskaan genjotan artha. Artha semakin bergerak cepat. Mereka bergulat di atas ranjang dengan begitu panasnya. Melupakan hubungan mereka sebagai kakak dan adik sepupu. Biarlah sejenak mereka melupakannya. Biarlah kini hanya ada cinta dan nafsu di antara mereka. Hanya mereka. Tak ada orang lain.