SWC 20 (ciuman didepan si kembar)

1143 Words
woi dir lo kan hari ini ultah" ucap digo "lah, kalau gue ultah berarti lo kan juga" ucap dirga "ya mangkannya" ucap digo. Artha yang mendengarkan percakapan nyeleneh kembar dirga digo ini mengerutkan keningnya "sebenernya lo berdua ngapain sih? " tanya artha. Dirga dan digo hanya menunjukkan cengiran kudanya saja. Artha memutar bola matanya jengah. Kemudian tak sengaja artha melihat ataya yang baru saja masuk ke kantin bersama carol. Artha tersenyum. Ataya mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kantin. Kemudian tatapan ataya bertemu dengan tatapan artha. Ataya tersenyum. Artha melambaikan tangannya "ataya! Sini! " panggil artha. Kemudian ataya berjalan menemui artha disusul carol di belakangnya "ada apa bang? Oh hai kak dirga kak digo" "hai cantik" sapa dirga dan digo bersamaan "ataya aja yang disapa gue enggak? " ucap carol dengan kesal "hai nenek kebayan" sapa dirga dan digo pada carol. Carol memberi pelototan mata pada dirga dan digo. Kemudian mereka semua tertawa kecuali carol tentunya "duduk sini" artha bergeser sedikit dari duduknya di bangku panjang untuk memberi ataya ruang "geser! " ucap carol pada dirga dan digo yang duduk di satu yang sama depan artha "tuh kan dia galak" bisik digo pada dirga "eh kunyuk, gue denger" ucap carol. Digo langsung terdiam. Ajaib digo takut dengan adik kelas cewek. Hanya carol yang bisa seperti itu " gini, dirga dan digo hari ini kan ultah, tadi katanya mereka mau traktir kita di cafe coklat" ucap artha tiba tiba. Dirga dan digo membelalakkan matanya. Sedangkan artha hanya tersenyum pada ataya seperti wajah tanpa dosa "wah happy brithday ya kak buat kalian. Doa ataya semoga apapun yang kalian inginkan akan segera tercapai di tahun ini" "amin... " ucap dirga dan digo "lo bisa ulang tahun juga? " tanya carol. Dirga dan digo langsung menoleh kesamping. Ke arah carol "lah lo pikir kita apaan? " tanya dirga "ya gue kira kalian berdua keluar dari upil sang bunda yang terbelah menjadi dua" ucap carol santai sesantai dipantai, bahkan dipantai pun tidak sesantai itu Artha tertawa terbahak bahak sampai mengeluarkan air matanya. Begitu juga dengan ataya. Carol hanya tersenyum manis pada dirga dan digo "sumpah kalau lo bukan cewek udah gue bejek bejek lo" ucap digo "hah cowok takut cewek. Masa depan lo suram. Calon suami takut istri" " ya tuhan! emak lo waktu hamil nyidam apaan sih nek?" tanya digo pada carol "nyidam meet and greet sama nenek kebayan" Kantin sekolah saat ini diramaikan dengan tawa mereka. Memang sejak dulu carol saat bertemu dengan dirga dan digo selalu ribut. Dan disaat seperti ini lah baru dirga dan digo bisa disebut sebagai kembar kompak. ******** Ataya dan artha sudah berada di cafe coklat tempat mereka akan merayakan ulang tahun dirga dan digo. Seperti yang kalian ketahui jika dirga dan digo tidak berniat mentraktir mereka namun karena mulut lemes artha jadilah dirga dan digo mentraktir mereka. "woi" panggil artha saat melihat dirga dan digo yang juga baru datang "woi, baru datang kan kalian? " tanya dirga. Sedangkan digo celingak celinguk ke belakang ataya "nyari apaan kak? " tanya ataya "nenek kebayan ga ikut? " tanya digo "carol? Tadi sih mau ikut tapi mendadak mamanya ngajakin dia arisan" jawab ataya. Dan digo hanya manggut manggut mengerti "ngapain lo nyariin carol? " tanya artha "kalian gatau?. Tadi kata digo hari ini dia happy banget karena dengan ini secara ga langsung dia kencan sama nenek kebayan" ceplos dirga "heh kapan gue ngomong gitu. Fitnah lebih kejam dari pembunuhan inget" ataya menghela nafasnya. Ia merasa jengah mendengar perdebatan dirga, digo. Untung saja tidak ada carol. Jika ada sampai larut malam nanti mereka akan tetap disini menunggu sidang KOG bubar (Kumpulan Orang Gila) "foto dulu gih kalian bertiga. Biar aku yang fotoin" ucap ataya berniat mengalihkan pembicaraan "ayo ayo" digo bersemangat kemudian menarik artha dan dirga. Ataya bersiap dengan kameranya "salah posisi. Bang artha yang tengah lebih bagus" kemudian mereka bertukar posisi dan Jebret  Ataya tertawa melihat hasil jebretannya. Menurutnya ekspresi mereka sangat konyol. Mereka itu dirga dan digo. Kalau artha mah gimana aja stay cool "masuk yuk ataya pengen makan coklat yang banyak. Mumpung lagi traktiran" ataya langsung masuk begitu saja dalam cafe "tha.. Adek lo gak penggila coklat kan? " tanya digo. Sedangkan artha hanya tertawa kecil saja. Kemudian mereka menyusul ataya Mereka memilih area outdoor. Ataya sudah memesan ini itu. Dirga dan digo terdiam melihat pesanan ataya. Untung saja tidak ada carol disini. Jika ada di jamin makan carol lebih banyak dari ataya dan bisa dipastikan dirga dan digo bisa bangkrut. Ya meskipun mereka anak orkay kan juga harus hemat. Demi masa depan yang indah, jaga jaga kalau nanti mereka punya istri wanita sosialita yang hobi belanja "makasih ya traktirannya. Kadonya nyusul ya kak. Tadi ga sempat beli" ucap ataya sebelum makan makanannya. Dirga dan digo hanya tersenyum dipaksakan. Sedangkan artha menahan tawa nya. Ataya sibuk dengan makanannya. Sedangkan dirga, digo dan artha larut dalam obrolan mereka dengan sesekali menikmati makananya juga. "bang artha mau? " tawar ataya pada artha. Artha melihat ataya yang menyodorkan sesendok kue coklat padanya. Artha melahap kue itu.Artha memperhatikan wajah ataya dan tersenyum saat melihat ada coklat yang belepotan dibibir ataya " itu coklatnya belepotan" ucap artha. Ataya membelalakkan matanya "aku lupa ga bawa tisu" ataya mencari cari sesuatu ditasnya yang bisa ia gunakan untuk membersihkan belepotannya karena tidak mungkin dengan tangan. Karena ini noda coklat "gapapa gitu aja lucu" ucap digo yang sedang bermain handphonenya tanpa mengalihkan pandangannya Tiba tiba artha mendekatkan kursinya dengan kursi ataya. Artha menarik tengkuk ataya dan melumat bibir ataya didepan dirga dan digo. Dirga yang meminum minumannya langsung tersedak. Dan digo yang awalnya fokus pada handphone menatap ataya dan artha dengan sebelah alis terangkat  Artha melepaskan pagutannya. Pipi ataya memerah karena malu. Sedangkan dirga dan digo melongo memperhatikan mereka "gila! Adek sendiri di sosor juga" ceplos digo. Sedangkan artha memasang wajah santainya. Ataya tersenyum kikuk. Ia juga terkejut tiba tiba artha menciumnya. Ya meski dengan niat membersihkan bibirnya. Tapi apa tidak ada cara lain yang lebih berfaedah? "kalau gue makan belepotan lo bakalan gitu juga gak sama gue dir? " tanya digo pada dirga. Dirga langsung menoyor kepala adik kembarannya itu "ya kali gue nyosor lo. Jijik" ucap dirga "lo berdua sering gituan? " tanya digo "ya. Udah biasa" ucap artha dengan entengnya. Dirga dan digo mengangguk anggukkan kepalanya. Mereka kira udah biasa itu berarti meski dirumah dan di depan orang tua mereka juga seperti itu. Mengingat keluarga artha dan ataya memang keluarga yang harmonis. Dirga dan digo tau jika sebelum bepergian kebiasaan bundanya artha dan ataya selalu melakukan cipika cipiki. Dan berciuman bibir mungkin itu salah satu kebiasaan mereka juga Ataya menjadi tidak banyak bicara seperti sebelumnya. Namun artha dan digo tetap seperti pada awal. Berbeda dengan dirga yang mencium bau bau yang aneh disini. Ia mulai curiga dengan artha dan ataya. Mengingat mereka adalah saudara sepupu. Ya meski artha teman dekatnya. Tidak semua hal akan diceritakan padanya bukan?   
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD