Nampaknya, sampai siang kembali berganti malam, Finley masih tetap berkutat dengan situs penjualan organ manusia yang dia temukan beberapa waktu lalu. Situs penjualan organ illegal, dimana pembeli dari berbagai sudut dunia berkumpul di sana. Pria itu tidak berpaling sedikit pun karena dalam situs tersebut rupanya sudah mencantumkan kolom pemesanan. Di samping Finley, Esdras tampak sibuk dengan pesan yang masuk ke ponselnya. Tanpa ia tahu jika Finley sedang bekerja dan berusaha untuk bisa menemukan lokasi markas besar dari penjualan organ manusia tersebut. Sampai akhirnya, Brylle yang sedari tadi berbaring di atas sofa, akhirnya beranjak dan tertarik untuk melihat apa yang dilakukan Finley saat ini. “Melihat dari tampilannya, sepertinya menarik. Apa yang sedang kau lakukan? Mencari jodoh

