Sabrina sudah siap dengan koper dan ransel yang berisi barang-barangnya. Bangun tidur tadi, setelah sholat dan bersih diri dia membersihkan kamar yang sudah dia tinggali selama beberapa bulan ini. Semua sudah dia rapikan. Dia usahakan posisi dan letaknya sama seperti saat pertama kali dia datang ke calon mantan kamarnya itu. Sabrina memandang kembali kamar kosnya. Dia pasti akan merindukan suasana kamar itu. Kamar yang menjadi saksi bisu yang selama ini dia tinggali. Kamar yang menjadi tempat Sabrina istirahat dan menenangkan diri atau bisa disebut lari dari ibunya. Sabrina menghela napas. Dia harus rela meninggalkan kamar kosnya ini. Walaupun hanya beberapa bulan saja, namun kamar ini mampu memberikan kenangan kepada dirinya. “Sab, orang tua kamu sudah ada di depan. Sedang ngobrol sa

