Sabrina terbangun saat jam sudah menunjukkan hampir tengah hari. Kanaya bahkan sudah ikut terlelap dengan kepala berada di sebelah tubuh Sabrina dan badannya di lantai. Ismi sedang fokus dengan sesuatu di laptopnya. “Is, sekarang jam berapa?” tanya Sabrina pelan. Perutnya sudah lebih baik dari pada tadi pagi. “Jam 11,” jawab Ismi dengan masih fokus pada laptopnya. Seakan tersadar bahwa dia tidak asal berbicara dia menengok ke arah Sabrina. “Alhamdulillah akhirnya kamu bangun juga,” ucap Ismi dengan lega. “Kamu mau makan sekarang?” tanya Ismi. Tadi Kanaya sudah berpesan kepadanya jika Sabrina bangun harus segera memberikan bubur yang sudah dibawa oleh Kanaya. Ismi tidak mungkin membangunkan Kanaya hanya untuk memberikan makan kepada Sabrina. Kanaya juga butuh istirahat. “Boleh. Bubur y

