CHAPTER 29. Hasil

2462 Words

*** Zafi tampak menatap Namira dengan kesal saat perempuan itu baru saja sampai di rumah sakit sekitar pukul tujuh malam. Itu juga dia tidak pulang sendirian. Ada seorang lelaki yang kemarin ia lihat bersama perempuan itu. Jujur saja Zafi tidak suka Namira bergaul dengan orang lain, apa lagi itu seorang laki-laki. Zafi takut Namira akan melarikan diri dan menghancurkan semua rencananya. "Aku pergi dulu," pamit Raksa setelah meneliti penampilan Zafi sejenak. Ia menyadari ketidak sukaan lelaki itu padanya. Namira mengangguk singkat. "Terima kasih Raksa," ucapnya dengan tulus. Raksa ikut menganggukan kepalanya. "Besok kita ketemu lagi, kan?" tanya secara terus terang di depan Zafi sekaligus. Membuat Zafi semakin kesal saja. Ia benar-benar tidak menyukai apapun yang ada pada Raksa terlebi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD