Lima bulan telah berlalu tanpa terasa. Peristiwa demi peristiwa saling berganti. Seperti sebuah rol film yang memiliki banyak adegan dari ribuan kejadian. Kellan berdiri di balik jendela kamar. Dia merenung lama. Selama empat lima bulan ini dia menjadikan dirinya sebagai pengamat. Melihat di balik latar belakang perkembangan yang terjadi pada Violin. Informannya telah memberi tahu apa saja yang Violin lakukan akhir-akhir ini. Dari pengajuan cerai yang wanita itu lakukan, sidang demi sidang yang ia jalani, hingga keputusan akhir yang ia terima. Akhirnya, setelah penantian lama yang Kellan lewati, setelah banyak cara yang ia lakukan, Violin berhasil berpisah dari Bram. Lelaki yang wanita itu akui sebagai suaminya. Bibir Kellan tertarik kecil, menciptakan senyum kemenangan. Wajahnya

