Bram duduk di sebuah restoran jepang tak jauh dari koperasi simpan pinjam yang ia lamar sebelumnya. Di depannya, duduk Kellan dengan sikapnya yang arogan. Mata tajam Kellan masih menatap Bram penuh penilaian. Dalam hati, Kellan mulai membuat daftar apa saja kelebihan Bram yang membuat Violin memilihnya. Tetapi hingga detik ini, Kellan belum menemukan nilai itu. Secara fisik, Bram memang tampan. Lelaki berkulit putih dengan lesung pipi yang menawan. Termasuk tinggi dan berbadan bagus. Tetapi tak ada yang istimewa dari ketampanan Bram. Jenis ketampanan yang banyak dijumpai oleh Kellan selama ini. Sinar mata Bram adalah sinar mata lelaki yang lemah. Kenapa Violin memutuskan untuk menghabiskan sisa hidup dengan lelaki ini? Tidakkah dia bisa melihat Bram adalah sosok yang mudah menyerah? Sosok

