Ibra merasa sangat senang karena ia bisa bersantai di Kediamannya sambil menjalankan hobinya; yang suka berlatih olah tubuh dan juga berolahraga bersama istrinya. Ia sangat bersyukur dengan kembalinya Izam yang saat ini menyamar menjadi dirinya, lalu memimpin Kertanegara grup dan ia hanya perlu bersantai dari penatnya kesibukan yang ia jalani selama ini. Pagi ini Ibra bahkan gmy di ruang pribadinya setelah itu ia berenang. Ibra terduduk dipinggir kolam dengan tubuhnya yang basah sambil memperhatikan istrinya yang datang mendekatinya dengan membawa segelas jus untuknya. "Tanpa gula?" Tanya Ibra. "Iya," ucap Rima membuat Ibra segera meminum jus buatan istrinya itu. "Duduk sini!" Pinta Ibra. Rima menggelengkan kepalanya karena ia tahu pasti suaminya ini akan melakukan sesuatu padanya. I

