Jangan menangis

1182 Words

Setelah pembicaraan Ibra dan Sakuta selesai, Ibra melangkahkan kakinya menuju kamarnya bersama Rima, ia mengganti pakaiannya dengan pakaian normal dan ia menghubungi Tania agar meminta Rima menemuinya didalam kamar. Ia bisa menduga bagaimana ekspresi kesal istrinya ini, ketika menemuinya dan itu membuatnya tersenyum mengingat bagaimana kekesalan Ibra nanti padanya. Beberapa menit kemudian terdengar suara langkah kaki dan Ibra memilih duduk santai sambil memegang dasi ditangannya. "Ada apa Mas?" Tanya Rima dingin. Ia berusaha menjadi sosok yang dingin seperti Ibra, agar Ibra merasakan bagaimana jika ia diperlakukan dingin oleh dirinya. "Pasangkan dasi saya!" Ucap Ibra dan ia menatap wajah Rima dengan tatapan datar. "Oke," ucap Rima, ia segera memasang dasi dileher Ibra dan ia telihat cek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD