Bayu ingin mendekati Najwa, tapi ia ragu karena saat ini ada Agisa dan Fenti. Tapi jika dibiarkan hubungannya bersama Najwa akan makin runyam dan ternyata marahnya Najwa, sangat berbahaya jika dibiarkan terlalu lama. "Kamu pesan saja apa yang kamu mau, Mas mau menyapa teman Mas dulu ya!" Ucap Bayu dan ia mengelus kepala Agis dengan lembut, lalu melangkahkan kakinya menjauh dari Agis dan Fenti. Agis merasa sangat aneh dengan sikap Ibra dan ia memang tidak tahu, jika saat ini yang datang menemuinya adalah Izam Sekala Kertanegara bukan Ibra Sekala Kertanegara. Bayu melangkahkan kakinya mendekati Vanesa dan Najwa, ia duduk tepat dihadapan keduanya. "Keberuntungan saya bisa bertemu dengan kalian berdua, apa kabar Tante?" Tanya Bayu, membuat Vanesa menyebikkan bibirnya. "Baik, tumben saja kamu

