Menjelang pagi Anintiyas membuka matanya dan ia menyadari betapa kegilaannya, telah membuatnya berulang kali menghabiskan malamnya dengan Betran Cornelius dan sosok itu terlihat begitu hebat diranjang seperti biasanya, walaupun dalam keadaan tidak sadar. Anin mengelus pipi Betran dengan lembut dan ia menatap wajah tampan itu terlihat begitu menggiurkan ingin ia kecuup bibirnya. Bibir yang selalu membuatnya candu namun sialnya, ia selalu saja membayangkan momen indah ini akan ia dapatkan bersama Ibra Sekala Kertanegara. 'Sial seandainya Mas Ibra bisa seperti kamu,' Batin Anin dan ia menghela napasnya karena Ibra telah membuatnya benar-benar sangat terluka. Anin turun dari ranjang, ia mengambil beberapa pakaian miliknya lalu ia segera memakainya dengan cepat. Ia menghela napasnya, ia butuh

