Jimi Cornelius sangat murka dengan tingkah Bayu yang ia kira Ibra itu, semakin hari Ibra semakin menantangnya dan ia kesal dengan Kakek tua yang kaku itu yang selalu bersikap tidak adil padanya. Sebagai seorang anak Wiliam Papinya itu memang terlalu pilih kasih, bahkan tetap saja tidak mengakui dirinya sebagai anak haramnya. Tentu saja hal ini membuatnya murka, meskipun ia telah diberikan beberapa perusahaan oleh Wiliam Kertanegara, tapi tetap saja Kepala keluarga akan menentukan investasi mana yang harus dia setujui, jika ingin memiliki modal besar. Jimi Cornelius dianggap kurang mampu menjadi kepala keluarga bukan hanya karena ia bukan keturunan sah dari istri sahnya, tapi karena kecerdasan dalam mengelola bisnis keluarga yang masih sangat kurang. Dulu ketika ia bersaing dengan saudari

