Pergi dari sini

1353 Words

Jimi Cornelius tentu saja tidak menerima gagasan itu apalagi ia selama ini merasa telah banyak berkorban waktu demi Kertanegara. Tatapan Jimi seolah ingin membunuh Bayu saat ini, baru saja muncul Bayu telah berani mengusiknya dengan mengatakan hal ini kepada Wiliam Kertanegara. "Harusnya nyawa dibayar nyawa, tapi Kakek yang memiliki hati lemah ini mana bisa melihat putra semata wayangnya mati begitu saja ditangan cucunya," ucap Bayu dingin dan ia menatap kesal Wiliam. Ia bukan Ibra yang tidak ingin membuat kondisi kesehatan Wiliam memburuk karena berkata kasar padanya. "Apa maksud kamu Izam? kamu baru saja tahu jati diri kamu dan sekarang kamu seolah telah mengetahui banyak hal, dengan mengatakan hal ini," Kesal Betran Cornelius. Ia memiliki posisi yang sama dengan Izam dan Ibra ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD