Abella mendorong d**a Kieran pelan, mencoba menahan desakan yang sedari tadi terus datang. Sejak sore hujan deras mengguyur Bogor tanpa jeda. Rencana untuk berkeliling kebun belakang pun batal total, dan kini mereka hanya berdua di dalam kamar. Kieran yang diam-diam masuk ke kamar Abella, tanpa sepengetahuan siapa pun. "Mending kamu ke kamar kamu aja, Kie. Kalau Nenek tahu kita berduaan gini, bisa-bisa dipanggilin Pak RT. Kamu mau nikah muda?" ucap Abella, mencoba bergurau untuk meredakan suasana. Namun, Kieran tidak menanggapi dengan tawa. Tatapannya tak berubah, malah makin gelap dan penuh keinginan. Tangannya tak berhenti bergerak, kini mulai menyusuri punggung Abella, menyentuh area yang membuat gadis itu merasa tidak nyaman. "Kamu bercanda?" Abella menepis tangan Kieran halus. "In

