MINERVO 29 : Malam yang Meriah

2088 Words

Ketika Paul membuka pintu depan dan masuk ke dalam rumah, ia dikejutkan dengan ruangan yang sangat gelap, benar-benar gelap sampai matanya tidak bisa melihat apa pun. Paul tidak percaya ibunya mematikan lampu secepat ini, padahal ini masih pukul enam sore, dan di luar pun, walau langit sudah gelap, tapi matahari belum tenggelam sepenuhnya, dan biasanya ibunya tidak pernah mematikan lampu secepat ini. Biasanya sang ibu mematikan lampu pada waktu tengah malam, dimana semua orang sudah tenggelam ke dalam dunia mimpinya masing-masing. Tapi apa ini? Mengapa sudah segelap ini? Alhasil, karena kesal, Paul hanya bilang, "Aku pulang." Sembari berjalan mendekati sakelar, untuk menghidupkan lampu. Setelah tangan kanannya sudah mencapai sakelar yang menempel di dinding, telunjuknya pun mene

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD