Makan Siang Bersama

746 Words

Maryam masih berbaring di sofa dalam keadaan tidak sadar. Arya yang sangat mencintai istrinya itu sangat cemas. "Apa sebaiknya kita bawa ke rumah saki, Ayah?" tanya Haidar sopan. "Baiklah," jawab Arya. Namun saat tubuh Maryam mau diangkat oleh suami dan putranya, dia segera terbangun. "Kejora, di mana kamu, Nak?" lirih Maryam sambil terisak menangis. "Ibu, aku akan mencari kakakku. Ibu jangan cemas," bujuk Levian. "Iya, cepatlah kamu cari kakakmu. Tanyakan ke teman di tempat bekerjanya dulu," pinta Maryam tak kuasa menahan kesedihan. Arya diam saja, pemuda berwatak keras kepala itu sama sekali tidak peduli pada putrinya. Karena di hanya memperdulikan istrinya saja. "Ayah, Ibu. Kalau begitu saya mau pamit sekalian," ujar Haidar. "Iya, Nak. Silahkan!" jawab Arya begitu ramah pada me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD